Sebuah Janji

1103 Words

Alisha kembali melanjutkan pekerjaannya di dapur dengan perasaan gusar. Entah mengapa perempuan itu datang pagi-pagi di mana mood dirinya yang awalnya baik-baik saja berubah menjadi buruk. "Sial!" Alisha tak sengaja menjatuhkan wadah yang berisi cake hingga cake itu hancur berserakan di lantai dapur. "Sha, kau baik-baik saja?" tanya Karina khawatir. Alisha memunguti cake yang sudah tak berbentuk lagi ke atas wadah. "Sudah biarkan saja, itu sudah kotor! Kita bisa membuatnya lagi." Karina mengambil sapu dan tong sampah kecil memasukan cake yang sudah berceceran itu. Usai membereskan kekacauan tadi, Alisha mencuci tangannya di wastafel, karena tidak hati-hati air keran menyiprat ke seluruh bajunya. "Ya, Tuhan!" pekiknya. Ini benar-benar hari sialnya. "Ada apa?" Rusi mendatangi d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD