Kiran membalas pesan Darren yang mengirimkan beberapa gambar pemandangan dan juga apa yang tengah dilakukannya selama di Brisbane dan membuat Kiran sedikit tersenyum. Ia lalu kembali meletakkan ponsel miliknya ketika Refan datang dan mengatakan membutuhkan bantuannya. " Pak Refan bukannya masih cuti?" tanya Kiran. " Mestinya begitu. Tapi karena Abian masih belum bisa masuk kantor dan minta saya untuk mengurus beberapa hal terpaksa saya harus tetap masuk kantor." jawab Refan dengan ramah. " Terima kasih pak Refan semalam mau saya repotkan." " Merepotkan bagaimana? Abian itu sahabat saya. Sahabat saya yang merepotkan." canda Refan. " Oh, ya... Pak Refan butuh sesuatu?" " Iya... Saya hampir lupa. Saya hanya mau kasih tahu kalau ada beberapa berkas yang harus Abian tanda tangani. Jadi s

