Enough

1248 Words

Kiran membuka pintu kamar Abian dengan perlahan sesaat setelah mengetuknya dengan sopan. " Permisi, pak Abian..." sapa Kiran pada Abian yang nampak duduk di tempat tidurnya dan sebuah laptop yang berada di atas meja yang biasa digunakan pasien untuk makan. " Selamat siang, Kiran." " Siang, pak." " Apa kabar?" tanya Abian berbasa- basi. " Baik. Ini berkas yang mau bapak tanda tangani. Sudah saya kasih stiker biar lebih mudah. Silahkan, pak." ujar Kiran tak ingin membuang waktu lebih lama bersama Abian. Meski sesungguhnya ia sangat ingin memeluknya erat dan menumpahkan segala kekhawatirannya beberapa hari terakhir ini. " Kamu nggak mau tanya kabar aku?" tanya Abian sambil menutup laptop miliknya dan meletakkan berkas yang Kiran ulurkan di atas mejanya. " Bapak kelihatan lebih baik." j

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD