" Kamu...?" ucap Kiran. Abian tersenyum hangat sambil terus berjalan mendekati Kiran yang kini malah nampak kesal. Ia baru sadar jika ini semua adalah rencana Refan dan Abian. " Iya, aku. Selamat datang, Kiran." " Jadi ini semua kamu yang rencanakan? Bagus. Tapi sayang, saya nggak tertarik. Saya mau pulang." ucap Kiran yang langsung berjalan dengan marah menuju pintu utama apartemen Abian. Abian langsung menghentikan langkah Kiran dengan menghadang jalannya dan membuat Kiran semakin kesal. " Jadi begini cara kamu selalu menjebak perempuan- perempuan percobaan kamu? Mungkin bisa berhasil sama mereka, tapi sayang saya nggak akan jatuh di tempat yang sama. Minggir!" ucap Kiran sambil berjalan ke samping Abian bahkan sengaja menabrak tubuh kokohnya. " Kiran... Please dengerin aku dulu."

