Ponsel Kiran kembali berdering saat Kiran menyandarkan kepalanya sambil menunggu dan nama Refan tertulis di layar yang sedang menyala tersebut. " Halo, pak." jawab Kiran. " Kiran, saya bisa minta tolong kamu naik ke unit Abian? Saya nggak bisa menemukannya dan akan lebih cepat kalau kamu ikut membantu saya." jelas Refan yang terdengar sibuk. " Saya, pak? Ng... Saya..." " Tenang saja. Abian tidak ada. Dia lagi keluar." jawab Refan yang memahami apa yang Kiran pikirkan. " Kalau begitu, saya naik sekarang pak. Biar saya matikan mesin mobil bapak dulu." " Ya sudah... Saya tunggu. Kita nggak punya banyak waktu." " Baik, pak." Kiran lalu mematikan mesin mobil Refan dan memasukkan ponselnya ke dalam saku blazer yang ia kenakan lalu keluar dari mobil tersebut. Kiran lalu menuju lift yang

