Kiran menunggu di depan pintu apartemen Abian dengan dua kantong belanjaan di kedua tangannnya. Ia bahkan hanya menekan bel dengan menggunakan siku karena sedikit kerepotan. " Hai..." sapa Abian dengan tersenyum ketika membuka pintunya. " Boleh masuk?" " Boleh lah sayang..." ucap Abian memberikan jalan pada Kiran dengan sedikit menunduk. Namun alih- alih membantu Kiran dengan mengambil barang bawaannya, ia malah memeluk Kiran dari belakang dan hanya menutup pintu dengan menggunakan kakinya. " Bian, kamu berat... Aku susah jalannya." protes Kiran karena Abian seolah makin menambah bebannya. " Masa sih?" ucap Abian yang malah semakin memeluk Kiran dengan erat sambil menciumi rambut panjangnya. " Ya iyalah, Bian. Kamu berat banget." " Ya udah, aku gendong..." jawab Abian santai dan l

