Baba Bubu??

1208 Words

Langkah kaki Sherena yang tadinya cepat dan lebar, seketika berubah pelan. Anggun dan teratur. Di bibirnya juga terlukis senyuman yang amat manis ketika tatapannya dan Abdi bertemu. Semua mood buruknya menguap begitu saja, saat berhadapan dengan sang suami. "Maaf aku terlambat menjemput. Jalanan cukup macet," terang Abdi seraya merangkul pinggang ramping Sherena. "Tidak apa, aku dan Lusi baru kelar bikin tugas. Jadi kamu datang disaat yang tepat," balas Sherena dengan berat hati, karena ada kebohongan disana. Ingin rasanya jujur, tapi nanti saja. Saat ini ia tidak ingin ada urusan lain yang mengganggu kebersamaannya dengan Abdi. "Syukurlah kalau begitu." Abdi menjeda karena ia harus membuka pintu mobil untuk Sherena. "Jadi kita kemana sekarang? Langsung pulang atau mau mampir disatu t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD