Malam Mencengkram

1286 Words

"Ma-maaf, Pak. Katanya mau makan malam di sebuah restoran. Tapi, ini kenapa di rumah seperti ini? Saya tidak bisa kalau begini caranya." Vanya bergidik. Melihat rumah mewah yang ada di hadapannya. Sedari tadi perasaan Vanya tidak enak. Diajak Yogo untuk makan malam, tapi malah diajak keliling tanpa arah dan tujuan yang jelas. Ingin rasanya ia marah dan mengumpat, tapi tidak bisa karena terikat kesepakatan dengannya. Dan sekarang? Yogo malah membawanya ke rumah mewah tingkat tiga yang tampak sepi. Mau lari saja rasanya, tapi takut Yogo malah semakin mempersulit keadaannya di depan Abdi ketika di kantor. "Ikut saja! Kamu tidak boleh takut seperti itu." Yogo membuka pintu untuk Vanya agar segera turun dari mobilnya. "Kita makan malam di rumah saya saja. Di dalam ada anak dan istri saya,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD