Tahi Lalat

1321 Words

Abdi mengulum senyum. Ketika sudut matanya tidak sengaja menangkap basah Sherena yang tengah mengintip. Berusaha melihat ke arah ponsel yang ada di tangannya, tanpa pergerakan sama sekali. Karena takut ketahuan, ia sesekali memejamkan matanya seolah masih tidur. "Ehem, kira-kira siapa saja, ya, yang menghubungi aku semalam?" gumam Abdi. Mengubah posisinya dan Sherena secara bersamaan. Hingga Sherena yang ada di dalam pelukannya turut tidur menyamping. Punggung Sherena kini menempel di perutnya, sehingga ponsel yang ada di tangan Abdi bisa mereka lihat bersama. Sherena yang sedari tadi berpura-pura tidur tentu saja tertegun. Tiba-tiba saja Abdi menuntunnya untuk berbaring miring. Di dalam dekapan hangat pria itu, ia bisa bebas melihat ke arah ponsel dengan mudahnya. Cukup membuka mata

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD