Bukan Tipe Abdi

1075 Words

"Terima kasih, ya," ucap Sherena dengan bibir yang mengerucut. Seraya memainkan ponsel yang ada di tangannya. Dadanya masih terasa panas mengingat bagaimana manis dan lembut tutur kata Abdi saat berterima kasih kepada Vanya. Padahal kalau dilihat dari sudut pandang orang normal, apa yang dilakukan Abdi sangat-sangat normal seperti atasan dan bawahan. Abdi yang duduk di samping Sherena hanya bisa diam memperhatikan apa yang sedang dilakukan sang istri. Ingin rasanya bertanya ada apa dan mengapa, tapi takut diterkam Sherena. "Pak, maaf, ada tamu yang ingin bertemu dengan Bapak." Wajah Sherena terangkat. Matanya menyipit. Memindai Vanya dari ujung kaki hingga rambut saat muncul diambang pintu. "Tamu dari?" Abdi menyahut dengan sangat hati-hati, takut taring Sherena muncul kembali.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD