Acacia menatap Lavos tajam, sedangkan yang ditatap hanya menampilkan wajah datar tanpa ekspresi. Acacia kini tidak tahu dimana ia berada. "b******k. Kau bawa kemana aku?" geram Acacia menatap Lavos tajam. "Ayolah! Mari kita bermain-main Acacia Ve Arnauld," ucap Lavos menekan kata terakhirnya. "Jangan berani-beraninya kau mendekat," ancam Acacia tajam ketika melihat Lavos mendekat kearahnya. "Kau kira aku takut dengan ancamanmu itu," Lavos terkekeh sinis. "aku juga tidak yakin, kau bisa melawanku," ucap Lavos, mengejek. "Sebenarnya apa maumu?" tanya Acacia memberanikan diri untuk bertanya. "Mauku?" ulang Lavos, dan terdiam sejenak. "Kau!!" tambah Lavos, tajam. "Kenapa? Sebenarnya apa kesalahanku? Padahal kita baru bertemu hari ini," ucap Acacia. "Kau tidak salah. Tapi mereka ya

