36

1034 Words

Nia akhirnya siuman. Kepala sebelah kirinya mendadak sakit. Tapi Nia mencoba tak meringis. Dia tahu jika ringisannya pun hanya akan membuat Dave semakin membencinya. Iya             Nia masih ingat tentang kejadian sebelum dia pingsan. Tentang ucapan Dave yang menyesal karena sudah menikahi dirinya. Lagi-lagi Nia tersadar dengan kondisi tak ada Dave di sampingnya. Tapi Nia mencoba untuk tak cengeng. Dia tahu apa yang harus dia lakukan sekarang. Bagaimana pun juga Nia harus kuat. Suara pintu yang terbuka membuyarkan lamunan Nia. Nia menatap ke arah pintu yang memunculkan wajah Dave. "Sayang. Kamu sudah siuman? Mana yang sakit?" tanya Dave dengan wajahnya yang masih tampak khawatir.  Nia menggeleng. Senyum seketika terbit di wajah Nia. "Aku nggak apa-apa Mas." jawab Nia lembut. Nia sud

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD