Permainan Takdir

1493 Words
Samira mulai membuat rencana menghilangkan nyawa Monica. Samira menguhubungi temannya semasa satu departemen dengannya. Juan merupakan pakar Eskeperimen terkenal dengan keahliannya. "Juan,kamu bisa membuat ramuan menghilangkan nyawa seseorang."kata Samira dengan nada kesal. "Kamu yakin,kamukan model Samira."kata Juan teman samira bingung. "Hanya model biasa. Lagipula perselingkuhanku akan terbongkar."kata Samira kesal. "Lagipula,kamu aneh sudah diselamatkan oleh Monica. Namun merebut suaminya."kata Juan kesal. "Diam kamu. Sudah buatkan pesananku. Ramuannya harus jadi malam ini."kata Samira mengancam. "Baiklah aku minta 100juta dan itu harus cash."kata Juan tanpa bantahan. "Haish,baiklah."kata Samira dan menutup teleponnya. Samira kemudian pergi menarik uang di Bank terdekat rumahnya. Sesampainya disana dia disambut sangat baik sudah menjadi nasabah prioritas. "Selamat pagi,Ibu.Ada yang bisa saya bantu?"kata teller bank itu. "Saya ingin mencairkan uang saya ada di deposito bisa minta tolong."kata Samira dan mengeluarkan kartunya. "Baik,mohon ditunggu,Ibu."kata teller bank itu lagi. Teller bank itu kemudian mengetik dilayar monitornya. Lalu meminta data diri Samira serta kamera diarahkan kepada Samira untuk proses pembuktian pengambilan dana. "Ini,bu. Saya sudah berhasil membantu itu menarik depositonya. Ini Kartu identitas,iBu. Saya kembalikan, silahkan disebelah sini melihat proses perhitungannya."kata Teller bank itu lagi. "Baiklah,terimaksih atas bantuannya."kata Samira sambil tersenyum. Samira lalu bergerak bagian penghitungan uang yang dijaga teller berbeda dan meminta amplop cokelat. Samira kemudian memasukan uang telah ia dapatkan dari proses pencarian deposito banknya. Meninggalkan Bank itu berjalan menuju mobilnya mercedes benz GLA2024. Samira menuju sebuah restaurant sesudah menelepon Juan untuk bertemu. "Juan,ini uang kamu minta. Mana ramuannya."kata Samira tanpa basa basi. "Ini aku membuatnya dengan penuh rasa bencimu."kata Juan menyerahkan botol itu. "Apa maksudmu itu?kamu menyindiriku?"kata Samira marah. "Oooh,ayolah aku hanya bercanda. Eksperimenku selalu berhasil dan memenangkan ratusan juta. Karena kita teman lama makanya aku kasih diskon."kata Juan sambil mengacungkan jarinya kelangit2 dengan memutar. "Hahaha. Harga teman sajah 100juta. Tak bisa kubayangnkan."kata Samira tertawa jengah. "Kamukan sekarang kaya,teman memang teman namun uang tetaplah uang."kata Juan mengingatkan. "Yahsudah sekalian aku yang traktir mau makan apa?"kata Samira membuka buku menu. "Hem,pasta kedengarannya enak."kata Juan dengan nada senang. "Selain kamu maniak Eksperimen kamu juga maniak makanan rupanya. Makanya kamu tidak berkencankah?"kata Samira mengangkat setengah alisnya. "Dengar Samira Alistiawati Putri. Aku hanya tidak mau repot dengan wanita. Terutama Wanita sepertimu. Aku mau pasta ogiolio 1 dan pizza 1 loyang dengan daging diatasnya dan lemon tea.Terimakasih trakitrannya."kata Juan dengan nada kesal. "Baiklah Vincentsius Juan Hendra Wijaya terhormat. Apakah ada lagi ingin kamu pesan?"kata Samira dongkol. "Tidak Tuan Putri Samira. Jangan lupa pesan untuk kekasihmu juga. Agar dia tidak cemburu kepadaku seperti 3bulan yang lalu. Sangat memuakan."Seloroh Juan jengah. "Tidakakan terulang lagi Juan,hentikan omongan konyolmu itu lagi. Aku hanya.mentraktirmu makan bukan berdebat."kata Samira mengingatkan. "Jangan menyinggungku lagi jika kamu tidak ingin kesal Samira."kata Juan mengingatkan Setelah perselisihan membuat mereka tegang akhirnya dia mengalah kepada Juan. Juanpun tersernyum kepada Samira sebagai senyum kemenangan. Samira juga memesan steak dan pasta untuknya dan Surya nanti serta makanan untuk Monica. Pelayan restuarant mencatat pesanan mereka berdua dan memilih pergi. "Bagaimana menurutmu pelayan itu Sam?"kata Juan penasaran. "Jangan bilang kamu naksir sama dia. Astaga,tadi siapa yang bilang seleraku rendahan."kata Samira menatap balik Juan. "Maaf, soal itu. Dia sangat cantik bulu.matanya lentik,eajahnya oriental dan bentuk badannya seperti gitar spanyol. Membuatku melayang."ujar Juan merasa kasmaran. "Itu mah,na**u bukan cinta."ejek Samira mulai kesal. "Akh,bodo amat. Akan aku minta nomor.hpnya. Sampai aku nikahin dan dia harus beranak dariku."kata Juan senang. "Matamu, dia sajah bahkan tidak melirikmu.Juan"kata Samira dongkol dengan tingkah Juan "Hem, benarkah,apakah aku kurang ganteng hari ini. Boleh pinjam parfummu?"kata Juan sedikit memaksa. Tidak lama pelayan itu kembali datang dengan menu yang mereka pesan dan bungkusannya dia letakkan dekat Samira. "Sudah semua apakah ada lagi ingin kalian pesan?"tanya pelayan itu. "Tidak,tapi teman saya ingin meminta nomormu apalah bisa?"kata Samira dengan nada lembut. "Maaf,nomor hpku bersifat pribadi. Namun jika kalian ingin memesan kembali restaurant ini bisa dinomor ini."kata pelayan itu dan menyerakan kartu nama restaurant. "Permisi,aku yang meminta temanku meminta nomormu jadi bisa kamu memberitahuku. Atau aku akan menyeretmu sekarang kedalam pelukanku."kata Juan mengancam. "Maaf Tuan,tapi sungguh nomor pribadi saya untuk privasi. Maaf saya permisi. Dan tolong jangan ganggu saya."kata pelayan itu ketakutan dan segera pergi. Juan terlihat kaget dengan sikap.wanita itu. Padahal dia hanya berpura-pura aajah. Juan tidak akan.menyakiti wanita merebut hatinya. Juan akan memberikan cara khusus untuk kali ini. "Hey,kamu menakutinha b*d*h,mana ada wanita yang seprti itu disini."kata Samira marah dengan Juan. "Diam,kamu aku akan menaklukannya dengan caraku."kata Juan dan menghabiskan makannya dengan cepat karena marah. "Akh,sudahlah. Gara-gara Monica jadi terlibat denganmu."kata Samira kesal. Juan dan Samira kemudain menghabiskan makanan mereka dan tidak lupa Samira membayar semuanya. Sebelum pergi jauh Samira menitip tips pelayan tadi. Kabur akibat ulah Juan. Membelah langit kota Jakarta terlihat indah malam ini. Surya menatap langit dengan puas. Membayangkan Samira disisinya dan mereka memiliki keluarga kecil. Surya menelepon Samira dengan senang. "Kamu dimana sayang?"kata Surya khawatir. "Sudah sampai didepan pintu."kata Samira dengan nada senang juga. "Cepat sekali sebentar yah."kata Surya membuka pintu rumahnya. "Baik ditunggu."kata Samira dengansenang. Samira memarkirkan mobilnya dekat pintu rumah. Disamping taman rumah Surya dan Monica. Monica yang datang dengan Baju birunya dan celana hitam.panjang serta tas berisi laptopnya. Cukup terkejut karena ada Samira dan Surya sudah pulang. Namun Monica menyambutnya dengan baik. "Hai,Samira apa yang membawamu.kemari?"kata Monica bingung. "Hem, sepertinya Mas Surya belum menjelaskan maksudku pak Surya."kata Samira langsung melarat perkataannya. "Hem,ingin makan malam apa?akan aku belikan."ujar Monica lagi. "Tidak usah,tadi sebelum kesini membahas kerjasama dengan Pak Surya. Saya membeli beberapa spagetti dan pizza."kata Samira dengan menunjukkan meja makan. "Wah, beruntungnya aku hari ini ada pizza dan spagetti."kata Monica dengan penuh pancaran. "Sebaiknya kamu mandi dulu,sayang."kata Surya muncul dari balik pintu kulkas setelah menaruh minuman. "Kedengarannya benar,kamu tahu Samira aku merasa diratukan oleh Surya. Dia Pria sangat amat baik."kata Monica dan pergi meninggalkan mereka berdua. Setelah itu Samira dan Surya berbisik-bisik. Dan Surya mencium bibir Samira sskilas karena takut ketahuan Monica. Samira menuangkan ramuan Juan kedalam makanan Monica. Monica sudah selesai mandi tidak lupa mengenakan baju dan sendal imutnya seperti kebiasaannya dirumah. "Boleh, aku cicipi?"tanya Monica "Boleh,tentu sajah."kata Samira dengan senang dan menyodorkan piring pizza itu. "Ini sangat enak. Kamu beli dimana?"kata Monica senang. "Makan sambil duduk, tidak akan ada yang merebut makananmu,sayang."kata Surya dan membawa Monica untuk duduk.dimeja makan mereka. "Terimaksih,sayang. Bagaimana Binsismu hari ini?"kata Monica bertanya. "Cukup menyenangkan.Makan dulu Monica nanti kamu keselek."kata Surya sedikit khawatir. "Pak Surya makan juga ini khusus aku bawa untuk kalian."kata Samira menyodorkan piring 1 lagi yang telah di isi pizza. "Makanlah kamu juga."kata Surya lagi. Mereka bertiga makan dengan lahap. Monica setelah makan kembali bekerja dengan laptopnya di kamar. Suryapun kembaki keruang kerjanya setelah mengantar Samira. Namun tiba-tiba Monica merasa Lehernya seperti tercekik. Nafasnya memburu. Tangan dan kakinya serasa mati rasa. Suaranya tidak.keluar sedikitpun dan akhirnya dia terjatuh ke lantai. ******** Dikediaman Alex sedang menatap beberapa file berhasil dia dapatkan dari Bunga. "Jadi apa yang kamu temukan nak?"kata Jason kepada Alex. "Aku menemukan bahwa manajer dikantor kita menyelundupkan sejumlah uang. Bersama sang sekertaris."kata Alex kesal. "Bagus,ada bukti tinggal sedikit lagi."kata Jason kepada Alex anaknya. "Tapi merasa ada yang terlibat lebih besar. Mungkin aku bisa menyelidiki dibagian keuangan. Aku merasa penasaran dengan Departemen itu."kata Alex meyatakan pendapatnya kepada Jason papanya. "Hem,yahsudah selidiki sajah. Tapi ingat nak jika ada bahaya hubungi papa dan mama pasti akan membantumu."kata Jason mengingatkan anaknya. Mariapun menghampiri suami dan anaknya untuk makan bersama mereka dimeja makan. "Honey,you can eat now!"kata Maria lagi kepada Suaminya dan anaknya. "Okay,Honey.Aku akan kesana sekarang. Ayo makan dulu ,nak. Mamamu sudah memanggil"kata Jason kepada istrinya. "Tentunya,aku sudah tidak sabar makan rendang dan sup ayam bikinan mama."kata Alex tidak sabar. Alex, mama dan papanya berkumpul bersama di meja makan tidak terbilang kecil namun nyaman. Memiliki darah keturunan chinese membuatnya lebih terlihat putih diantara saudara-saudaranya yang lain. Alex memiliki paras sangat tampan dan berwibawa seperti Jason papanya. Setelah makan malam bersama keluarganya Alex memilih untuk menenangkan diri dengan membawa secangkir kopi untuknya. Matanya memandang bingkai foto antara dirinya dengan Sherly. Rasa rindu membuncah didalam dadanya ada rasa ingin kembali kewaktu itu andai sajah. Alex bisa kembali pasti dia akan kembali ke waktu SMA itu. 10 tahun yang lalu. Seorang wanita cantik berparas ayu menghampirinya. Sherly namanya dia cukup populer dan berparas cantik dengan kecerdasan diakui Alex begitu memikat. "Alex,itu minumanmu aku belikan seprti biasa."kata Sherly tersenyum dan memberikan sebotol jus. "Akh, Terimakasih. Aku bingung mengapa kamu baik kepadaku?"kata Alex terbata-bata. "Bukankah seorang teman memang hafus baik?"katanya lagi tersenyum. "Kamu tidak eisih beeteman denganku. Kamu tahu tampangku jelek dan buruk rupa."kata Alex merasa rendah diri. "Setiap orang berhak mendapatkan yang terbaik. Ingatlah aku menyukai semuanya tentangmu lukisanmu dan yang lainnya luar biasa. Kamu bisa memperbaiki diri jika kamu mau aku bantu. Namun rasa tulus tidak akan bisa diganti."Ujar Shely lagi. Mereka berdua menjadi semakin dekat dan sepertinya Alex menyadari bahwa dia menyukai Sherly. Namun sangat ingin mengutarakannya papanya meminta dia pergi untuk belajar di Jerman setelah kelulusan. Alex kemudian tidak pernah bertemu dengannya lagi. Alex juga sangat sibuk belajar di Jerman sampai dia melupakan seseorang itu. Siapa menuai dia harus mendapatkan balasan Angel menyuruh Monica untuk menguatkan hati untuk memulai sebuah rencana pembalasan dendam.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD