Ketahuan

1316 Words
Jakarta, Pagi ini Monica tidak bisa menghubungi Hp suaminya tidak seperti biasanya yang selalu aktif. Monica sedkit merasa kesal dengan tingkah sang suami. Dia menelepon Ke Merry sekertaris kepecayaan Surya. "Halo,Merry apakah suami saya berada di kantor?"kata Monica penasaran. "Tentu,Ibu. Lagipula Pak Surya sedang meeting bersama Clientnya. Apakah ada yang bisa saya bantu?"kata Merry sedikit bingung. "Hem,bisa tolong fotokan dan kirim ke Hp saya sekarang. Terimakasih. Jangan beritahu suami saya."kata Monica mengingatkan. "Baik,bu. Client ini sulit sekali ditangani. Jika ibu segera bertemu dengan bapak bisakah ibu membantunya?"kata Merrry kembali tanpa sungkan. "Menarik,memang latar belakangnya apa seorang pejabatkah atau hanya perusahaan biasa?"kata Monica sedikit penasaran. "Bisa dikatakan perusahaan intertaiment,bu. Untuk meraih segala sesuatu kerja sama sangat sulit dan alot."kata Merry kembali. "Coba kamu kirimkan datanya sekit akan kupelajari dalam 30menit. Mungkin benar suamiku butuh bantuanku. Ingat Merry jangan bilang aku menanyakan dia dimana."kata Monica menegaskan. "Baik,ibu.Terimaksih atas bantuannya. Maaf apabila saya sedikit lancang."kata Merry dan menutup teleponnya. Setelah menutup teleponnya Merry mengirimkan foto meeting Surya dan Clientnya. Tidak lupa mengirimkan data mengenai Clientnya. Monica mulai berselancar didunia maya mengenai sepak terjang sang client. Bukan Monica namanya jika dia tidak bisa menemukan sebuah celah dan jangan remehkan kontribusi di buatnya selama 10tahun berada di Industri Jasa. "Merry, aku akan datang kekantor. Siapkan semua keperluanku."kata Monica dengan nada tegas. "Baik,ditunggu. Terimakasih."kata Merry dan menutup teleponnya lagi. Monica membelah jalanan Jakarta dengan kecepatan standart namun juga sedikit cepat. Sesamlainya diperusahaan sang suami,Monica disambut baik oleh para rekan keeja suami dan beberapa stafnya. Memasuki ruangan meeting dengan langkah elegan setelah menaiki lift tentunya. "Permisi bapak dan Ibu,perkenalakan nama saya Monica Sherly. Saya asisten Bapak Surya sekaligus istrinya. Mungkin bolehkah saya menerangkan proyek dan prospek dari Suami saya?"kata Monica dengan nada tegas. "Wah,kebetulan sekali ada beberapa bagian ingin kami tanyakan. Bisakah anda menjawab setiap pertanyaan kami?"kata Client nomor 1. "Tentu,dengan senang hati. Mencapai suatu kesepakatan dan merjasama dimasadepan."kata Monica dengan penuh percaya diri. "Hem,maafkan istri saya atas kelancangannya yah saudara-saudara.Kita istirahat 10menit dulu."kata Surya dan menarik lengan istrinya. Dikantor Surya. "Apa yang kau lakukan?"kata Surya sedikit kesal. "Kelihatannya?Aku sedang membantu suamiku."kata Mknica berdalih. "Membantu aku lebih suka wanita tidak ikut campur dalam bisnisku. Apalagi dia tidak akan mengerti mengenai proyek ini."tegas Surya kesal. "Yang Benar sajah, aku istirimu dan tugasku membantu suami sedang kesulitan. Jika bukan aku siapa lagi,hah?"kata Monica dengan nada kesal. "Baik, aku akan mengalah kali ini. Tapi lain kali jangan ikut campur masalahku. Ingat itu istriku. Jadilah wanita yang penurut."kata Surya penuh penegasan. Setelah rapat ditunda selama 10menit. Mereka melanjutkannga tentunya dengan dipimpin oleh Monica. Hasil Monica beeikan membuat semua orang tercengang karena dia sangat kompetitif dalam menjawab semua pertanyaan dan kekhawtiran Client. Tepuk tangan memenuhi ruang meeting teraebut serta lenandatangan kontrak menguntangkan kedua belah pihak. Di ruang Kantor Surya. "Aku fikir kamu tidak paham mengenai regulasi dari perusahaan ini."kata Surya bingung. "Kamu menikah denganku sekitar 3 tahun taoi kamu masih tidak tahu siapa istrimu? benarkah aku menikahi seorang jenius?"kata Monica sedikit kesal. "Maksudmu apa?merendahkan suamimu sendiri?"kata Surya kesal. "Kau tidak merendahkanmu. Jika aku merendahkanmu aku akan membicarakan hal jelek tengtangmu."kataMonica dan melipat kedua tangannya kesal. "Oke fine. Tapi aku curiga kali ini Merry pasti membocorkan data client kepadamu lagi. Seharusnya aku tahu dan aku ikuti kata mama. Menyuruhmu dirumah sajah."kata Surya dengan nada merendahkan. "Jadi itu yang kau harapkan dariku?apakah karena aku belum meberikanmu anak?"kata Monica kesal. "Dan hpmu mati,sejak kapan kamu mematikan hpmu?"kata Monica dengan nada kesal. "Aku hanya lupa mengechasnya. Karena pesawatku Jetleg kau tahu."kata Surya mencari alasan. "Yang benar sajah, haruskah aku percaya?"kata Monica dan menujukkan sebuah foto. "Darimana kau dapatkan itu?itu hanya fitnah tak berdasar."kata Surya mengelak. "Fitnah katamu?Cukup Surya mari kita fokus pada kehidupan masing-masing. Abaikan aku dan aku akan mengabaikanmu."kata Monica kesal. "Lagipula itu hanya sebuah foto bahkan separuh tidak kelihatan."kata Surya dengan nada sedikit gemetar. "Baiklah, jika kamu tidak ingin mengaku."Kata Monica jengah. Monica pergi dan membanting pintu ruang kerja suaminya dengan perasaan kesal. Monica mendapatkan infor dari Anas bahwa seorang teman Monica melihat Surya dengan seseorang namun tidak begitu jelas. Tentunya dia mengieimkan foto kepada Monica. Monica membanting pintu kamarnya sendiri. Monica merasa kesal dan frustasi akibat kelakuan sang suami yang mulai menjukkan ketidaksukaan padanya. Perlawan diberikan menjadi awal titik balik bagi Monica. ******* Sementara itu Alex sedang merapihkan beberapa dokumen yang baru sajah dia dapatkan dari gudang. Alex merangkap menjadi petugas asrip dadakan setelah Bunga menyuruhnya mengambil beberapa Arsip lama. "Bu,apakah ada lagi yang bisa saya bantu?"kata Alex ramah. "Ada kamu bantu saya memilah dokumen. Staf lain sedang sibuk."kata Bunga dengan nada tegas. Maka Alex berakhir dengan tumpukan dokumen dan arsip. Namun ada satu dokumen membuatnya tertarik. Buru-buru dia selipkan kertas itu dalam saku baju. Bunga sudah merasakan cukup pekerjaan Alex menyuruhnya bersitirahat di pantry. "Sudah, letakkan sajah.Terimaksih atas bantuanmu?"kata Bungan dengan tulus. "Baik,ibu. Terimakasih juga."kata Alex dan meninggalkan Bunga dan sejumlah tumpukkan dokumen itu. Sepeninggal Alex, Bunga terlihat lebih suram. Apalagi Juan menyuruhnya menyingkirkan dokumen itu. Rasanya Bunga ingin menghilang dari kantor dan berlibur dengan ibunya. "Aish, banyak sekali ini. Pak Juan Sebenarnya dokumen mana kamu perlukan sih?"ujar Bungan dengan nada frustasi. Sementara itu Alex berjalan menuju toilet dan mengunci pintunya agar tidak ada yang masuk. Alex membuka lembaran itu dan terkejut. Bukankah ini laporan keuangan yang seharusnya diberikan bagian.keuangan bulan lalu. Alex menjadi makin curiga dengan Juan. Alex menelepon papanya. "Pa,dugaan mama benar ada orang yang ingin menguras harta keluarga kita. Memiliki perusahaan."kata Alex kembali. "Siapa dalangnya nak?"kata papa Alex kesal. "Orang oaling kita percayai tentunya. Bahkan data ini masih secuil mebgenai kejahatannya."kata Alex dengan tegas. "Lanjutkan penyeledikikanmu. Dan hati-hati ingat musuh masih mengintai."kata papa Alex. Alex kemudian menutup teleponnya. Alex merasa sedikit mendapatkan titik terang. Bagi Alex semua bekum berakhir. Karena ini baru awal dari sebuah kebenaran terlebih mungkin sajah bagian keuangan juga terlibat. ******** Surya meninggalkan kantornya dengan langkah sedikit berat. Fotonya bersama Samira membuatnya cukup terkejut. Istirnya bahkan sampai mengancam. Surya menghubungi Samira. "Sayang,apa yang harus mas lakukan?"kata Surya diteleponnya. "Mas, ada apa mengapa tiba-tiba kamu meneleponku?"kata Samira bingung. "Mas,pergi keapartemenmu yah?"kata Surya dengan nada tegas. "Baiklah,mari kita bertemu dan berbicara."kata Samira bingung. "Iyah,lebih baik begitu. Aku rindu padamu juga sayang."kata Surya memelas. "Aku juga sayang."kata Samira mendayu-dayu. Setelah beberapa lama mereka berdua bertemu. "Bagaimana ini Samira,kita ketahuan?"kata Surya kesal. "Mas,tenanglah hanya sedikit samar. Darimana mereka tahu itu aku?"kata Samira berusaha menenangkan Surya. "Benar juga sangai sajah. Kamu masak apa?"kata Surya bertanya lagi. "Aku sedang memasak rendang dan gulai ayam. Bisa dipanaskan untuk besok jika mau."kata Samira dengan nada lembut. "Bahkan istirku sajah tidak pernah ke dapur. Memasak untukku itu mengapa aku suka dan mencintaimu."kata Surya lembut dan mengenggam tangan Samira. Samira merasa tersipu awalnya,Samira hanya menganggap Surya sebagai sosok kakak. Namun lambat laun perasaannya berubah menjadi Cinta(kata mereka). Samira mulai mendambakan kehidupan berumah tangga bersama Surya. Anggaplah dia serakah karena menabur luka kepada wanita yang menolongnya. Perasaan siapa yang bisa menyangkalnya. "Ayo,makan dulu tidak usah memusingkan itu."kata Samira dan mulai menata meja makan. "Hem,kelihatannya sungguh lezat,sayang."kata Surya dan mulai membantu menata piring. Surya sebenarnya masih mencintai Monica bagaimanapun menjalani hubungan selama 3 tahun sebagai suami dan istri tidak mungkin tidak saling mencintai. Tetapi semua kalah oleh rasa egois dan duniawinya sendiri. Komunikasi antara pasangan menjadi buruk. Semenjak Monica menjadi Pengacara lebih terkenal. Surya bahkan tidak pernah merasakan masakan istrinya sejak mereka menikah. Anggap sajah perselingkuhannya karena istrinya tidak pandai pikirnya. "Rasanya nyaman bersama denganmu,melihat bintang dari balik kaca ini,sayang."ujar Surya sedang menyendoki makannan terakhirnya. "Makan lagi rendangnya masih banyak,sayang."kata Samira menuangkan nasi dan rendang. "Apakah kita bisa segera menikah?"kata Surya kembali. "Tentu aku menantikannya. Mbak Monica tidak masalah jika kamu.beristri 2 apalagi aku adalah orang pernah dia selamatkan."kata Samira sedikit lirih. "Tentu sajah,aku akan tetap menikahimu. Sekalipun dia melarang kita bersama. Aku akan membawamu ke Mama dalam waktu dekat ini."kata Surya dan melanjutkan makannya. "Baiklah, aku bersedia dan akan menurutimu,mas."kata Samira dan.memakan makannya dengan.lahap. Usai makan malam bersama keduanya saling membantu membersihkan meja makan itu. Suasanan nan romatis menjadi tampilan biasa bagi mereka.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD