BAB 23

1293 Words
Jett melepaskan pelukannya, lalu tersenyum pada Elsie. Dia mengatakan kembali, “aku takut kau pasti keheranan mendengarku tiba-tina begitu. Tapi sungguh, aku tidak akan lagi berbohong sekarang, aku mencintaimu, sejak bertemu bertemu denganmu ... Aku sudah sadar kau adalah pasanganku. Aku tidak bisa menolaknya, Elsie, kau memang untukku, dan aku yakin itu.” Elsie tersipu mendengarkan semua itu. Dia tersenyum pula, lalu menjawab, “jujur saja, awalnya aku menganggapmu memang menyebalkan." "Wah, aku pun juga menganggapmu menyebalkan, tahu. tidak hanya kau saja yang punya pemikiran seperti itu." "Bagaimana bisa aku tidak menganggapmu menyebalkan. kau memang sangat menyebalkan. Sejak kita bertemu, kau sepertinya ingin mengajakku berperang." "Hei, jangan begitu. Kukira kau tergoda denganku kala kita pertama kali bertemu." "Well ..." Elsie tidak membantah, tapi malu untuk mengakuinya. Jett lantas tertawa. "Kau yang menyebalkan." "Dengar, Kalau saja itu bukan aku, pasti dia akan melaporkanmu ke polisi. Ada orang asing t*******g d**a di dapur orang lain, menurutmu kurang seram apa dari pemandangan itu?" "Well ..." Tawa Jett luntur karena mengakui itu adalah tindakan yang salah. "Apalagi saat itu sedang terjadi banyak pembunuhan. ada orang asing di rumah di saat tidak ada siapapun, lalu dia membuat kopi, yang benar saja. tentu saja aku takut dan melakukan itu." "Tapi untungnya memang tidak ada apapun ya waktu itu. Aku minta maaf, kukira kau akan terus tidur jadi Mana mungkin aku membangunkanmu hanya untuk mengenalkan diri. lagipula saat itu aku sungguh letih dan malas melakukan apapun kecuali membuat kopi." "Iya aku bisa lihat itu dan sekarang aku mengeri bagaimana sifatmu itu. aku maafkan." "Dan, ceritakan tentang dirimu yang ingin kau beritahu padaku, Elsie. Ada apa denganmu sebenarnya?" "Aku sebenarnya tidak percaya cinta ... maksudku dalam arti yang sebenarnya itu cinta menurutku sangat mematikan dan hal yang perlu dihindari. kau tahu sendiri bukan." "Aku selalu bisa melihatnya melalui matamu. kau memang orang yang seperti menutup diri dalam hal seperti ini." "Tapi, aku juga tidak bisa melawan perasaanku lagi, Jett, aku mencintaimu. Aku jatuh cinta padamu. Kau sangat berbeda, dan entah mengapa dadaku terus berdebar saat bersamamu.” “Mengenai tak percaya cinta, kenapa kau seperti itu? Kau belum bercerita secara lengkap padaku, Elsie. Kurasa ini saatnya agar kau bercerita tentang semuanya.” “Iya, aku mengakui kalau aku tidak percaya cinta.” Elsie tertunduk sedih ketika mulai mengingat masa lalunya kembali. Semuanya sangat suram, tidak ada kebahagiaan sama sekali. Kalau bisa, dia ingin menghilangkan ingatan itu dari hidupnya. “Aku tidak percaya cinta karena aku tidak pernah melihat cinta, Jett, kau mungkin tidak paham, tapi hampir semua orang yang ada di sekitarku tidak memiliki cinta. Semuanya menikah karena komitmen dan nafsu, tidak ada yang namanya cinta ... Aku sungguh tak pernah melihat kisah cinta yang mirip dengan yang ada di film atau serial televisi. Tidak ada yang semacam itu.” “Kedengarannya seperti aku ...” “Aku? kedengarannya seperti aku? apa maksudmu mengatakan hal seperti itu?" “Aku juga tidak percaya cinta, aku sudah bilang bukan? Rasanya kita memang mirip dalam hal ini. Sebelumnya aku juga merasa takkan mungkin bertemu pasangan karena aku tidak percaya cinta. Sepertimu, aku juga selalu melihat keburukan cinta. Sekalipun di kelompokku, semua yang sudah berpasangan sangat saling mencintai, tapi entah mengapa ... Aku merasa sangsi akan mendapatkan cinta ketika itu. Aku sadar diri kalau aku bukanlah pria yang menyenangkan, aku merasa takkan bisa menarik wanita manapun. Aku tidak suka dengan wanita yang hanya mencintai fisikku saja. Masalahnya semua orang itu memang memandang fisik.” “Aku memandang fisik, Jett, iya aku jatuh cinta padamu karena memang kau menarik. Tetapi, waktu itu aku masih membencimu, dan sekarang setelah tahu kau bukan lagi pemuda sombong yang meremehkan gadis kota, aku merasa kau tidak terlalu buruk. Aku tahu kau baik hati, hanya saja terlalu sombong untuk menunjukkannya.” Jett tertawa. Dia menyentuh pipi Elsie, mendekatkan wajahnya. Tawanya memudar tergantikan oleh senyuman manis. “Kau adalah gadis yang paling bisa menggodaku, aku yakin di antara kita berdua, kau sebenarnya yang paling sombong. Aku tidak sombong sama sekali, Sayang, aku ini hanya bersikap jujur, dari semua gadis kota yang pernah kutemui, hampir semuanya itu bertabiat buruk.” “Apa aku juga termasuk?” Elsie menyeringai. Tangan Jett yang lain mulai menyentuh pinggang Elsie. Dia tergoda untuk melakukan ritual pasangan agar mereka benar-benar terikat secara emosional. “Kecuali dirimu, Sayang, kau tidak menyebalkan, aku menyenangkan.” “Jett ...” Jett mencium bibir Elsie, dan Elsie menyambutnya dengan senang gembira. . . . Setelah apa yang terjadi, Elsie memutuskan untuk menuruti perintah dari Jett. Dia harus meninggalkan kota untuk sementara karena Jett dan semua anggota serigala sudah berhasil menemukan sarang dari kelompok yang menyengsarakan warga kota selama beberapa bulan belakangan. Saat itu, Sherif dan Nyonya Leda telah berhasil membuat seorang manusia serigala mengatakan segalanya. Ini adalah waktu yang tepat untuk menyerang mereka semua. Jika ini tidak dilakukan maka akan fatal akibatnya karena mereka sudah menargetkan Elsie untuk menjadi santapan berikutnya. Elsie mengemas pakaiannya dan mengepak kembali ke dalam koper. Dia melakukan itu dengan cepat dan buru-buru. Di luar, sebuah mobil dan seorang sopir telah disiapkan oleh Jett untuk mengantar Elsie pergi ke kota besar. sebelum pergi, Jett berpesan, “kau berhati-hatilah, semoga kau selamat sampai tujuan, kita akan bertemu lagi setelah ini.” “Kau yang harusnya berhati-hati. Kau memintaku untuk pergi sedangkan kau harus menghadapi para pembunuh itu. Bagaimana aku bisa tenang kalau sudah begini?” “Jangan berkata begitu.” Jett rersenyum. Dia masih betah memandangi Elsie lewat jendela mobil. Dia tidak ingin perpisahan ini terjadi di saat mereka baru saja menanamkan benih cinta dalam d**a. Akan tetapi, situasi ini sudah makin memburuk. Dia tidak mungkin diam saja kalau sudah begini. Elsie bisa dalam bahaya kalau tetap disini. Semua gadis pun akan sama dalam bahaya kalau sudah begini. “Sekarang pergilah, aku akan menghubungimu nanti.” Jett mulai mengisyaratkan bagi sang sopir untuk segera bergegas pergi. Sopir yang hanyalah seorang pria empat puluh tahunan biasa itu mengangguk, kemudian dia mengendarai mobilnya menuju ke perbatasan kota kecil ini, melaju ke arah kota asal Elsie. Sepanjang perjalanan, Elsie terus memainkan ponsel, dia ingin menelpon pamannya untuk segera menjemput saat dia sudah hampir sampai, tetapi sayang sang paman tak kunjung bisa dihubungi. Selain itu, ternyata semua teman-temannya juga sedang sibuk, tidak mungkin diganggu. Dia diam saja selama setengah jam perjalanan menuju ke perbatasan. Beruntung sekali, perjalanan mereka terus mulus hingga gerbang perbatasan terlihat, dan mereka bisa melaluinya dengan mudah. Area kota ini memang sangat asri sekaligus masih pedalaman. Tak heran, sekalipun sudah keluar dari perbatasan, tetap saja pepohonan lebih banyak ketimbang bangunan. Bukan hanya itu, bahkan kendaraan bermotor saja jarang terlihat. Iya, mobil mereka seperti berkendara, tidak ada kendaraan lain ataupun orang lain. Padahal hari masih siang, tetapi seluruh orang nampaknya lenyap. Sopir itu menoleh pada Elsie yang duduk di kursi sebelah, lalu menjelaskan, “Nona, disini memang sepi, gedung-gedung yang ada juga jarang digunakan, kebanyakan hanya sebagai gudang penyimpanan saja.” “Iya, aku tidak heran lagi. Kota-kota disini memang sepi, aku baru pertama kalinya pergi ke tempat seperti ini.” “Iya, di daerah Texas, masih banyak sekali tempat yang menyenangkan untuk dijelajahi.” “Sayangnya aku tidak bisa menjelajah saat ini. Peristiwa di kota sedang buruk jadi aku diminta pergi.” ”Memang inilah yang terbaik, pembunuh itu mengincar gadis muda. Kekasihmu sudah melakukan hal yang benar dengan mengirimmu kembali pulang sampai Sherif menangani sisanya.“ Elsie terkejut mendengar kata kekasih. ”Kekasih?“ Dia meneguk ludah, dia belum secara resmi menjadi kekasih dari Jett, tapi memang sudah jelas kalau mereka kini pasangan setelah apa yang terjadi waktu itu. Dia mendehem lalu berkata lagi, ”iya ... Maksudku dia melakukan hal yang baik. Tapi, aku tetap khawatir karena kudengar mereka akan melakukan penggerebekan kepada para pelaku.“ ”Iya, semoga saja mereka berhasil.“ Elsie berharap demikian pula. ***
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD