BAB 25

1607 Words
Semakin dekat, Jett juga semakin bisa mencium aroma dari tubuh Elsie. Dia tidak mungkin keliru dalam mengenali belahan jiwanya. Dia tidak akan memaafkan perbuatan siapapun yang menyakiti diri Elsie. Dirinya seperti terbakar amarah karena mengetahui hal itu. Tidak mungkin bisa dipadamkan sampai Elsie berada dalam pelukannya dengan kondisi baik-baik saja. Namun, ketika sampai di tempat yang mereka tuju, betapa kagetnya dirinya saat melihat Elsie sedang diikat dan tergeletak begitu saja di bawah pohon. Sementara di sebelahnya sedang duduk seorang pria paruh baya di sebuah batangan pohon tumbang, dimana di pangkuannya telah duduk seorang wanita cantik berambut merah yang merupakan pasangannya. Iya, pria itu adalah alfa dari kelompok liar yang baru ketahuan oleh sherif Tom. Namanya adalah Gregori, dia memiliki penampilan yang sangat bugar, dan tampang yang garang. Sangat cocok sekali berpasangan dengan wanita yang memiliki aura penggoda. Di sekitar mereka ada lima orang pemuda yang merupakan anggota baru dari kelompok ini. Entah apa yang sbeenarnya terjadi, tapi sebenarnya ada niat tersembunyi dari Gregori hanya membawa lima orang. Dia tidak takut sama sekali saat alfa kelompok lain bersama betanya sedang menghadangnya. Alfa bingung melihat ini. Dia yakin ada yang tidak beres karena tidak ada posisi beta di kelompok ini. Dia tidak menemukannya, yakin sekali kalau kelima anggota ini masih amatiran, bahkan baru saja dibentuk. Kemungkinan ada hal lain yang sedang dilakukan oleh Gregori. Akan tetapi, seperti Gregori yang baru saja menemuinya. Ini pun kali pertama dia melihat sosok Gregori. Mereka baru dipertemukan dan saling mencurigai. Gregori tersenyum pada Alfa. Dia kemudian berdiri, dan meminta pasangannya untuk tidak ikut campur, dan kelihatannya sedang memerintahkan untuk melakukan hal lain nantinya. Alfa berbicara dengan Jett dan Sherif Tom dengan kemampuan pikiran yang berbunyi: ada yang tidak beres disini, aku yakin ini semacam umpan, tapi aku juga tidak merasakan keberadaan manusia serigala lain di sekitar sini. Sherif Tom menjawab, sebaiknya kita memang harus menyingkirkan mereka saja dahulu, setelah itu baru ketahuan sebenarnya apa yang mereka inginkan dengan membantai warga kota. Alfa menoleh pada pria itu, lalu berkata pula dalam pikirannya, Iya itu memang yang harus kita lakukan, kau cepat sibukkan lima orang ini. Dia mengalihkan pandangannya pada Jett yang masih fokus melihat Elsie yang terikat. Dia paham sekali kegelisahan karena melihat pasangan sendiri dengan kondisi seperti itu. Dia pun mengatakan dalam pikirannya, dengar, Jett, aku tahu kau ingin cepat menyelamatkan Elsie, tapi cobalah untuk tenang, Kita hanya perlu melumpuhkan mereka, Kau dan Tom bereskan lima orang itu, kalau bisa jangan bunuh semuanya, kita bisa introgasi nanti. Aku akan melawan alfa itu, dia sepertinya mengenalku dan ingin bertarung denganku saja. Jett tidak menjawab apapun dan sudah paham apa tugasnya. Begitu pula dengan Sherif Tom. BIasanya dia akan terus mendukung pergerakan Alfa. Tetapi kali ini, dia akan membantunya dengan cara menyingkirkan semua masalah dari pertarungannya. “Hari yang indah untuk bertarung, bukan?” kata Gregori melihat Alfa. Dia mendekat beberapa langkah sembari meregangkan jemarinya. “Kau ternyata tidak mengingatku.” Alfa bingung dengan perkataan itu. Ini adalah pertama kalinya pertemuan mereka, lantas bagaimana mungkin dia mengenali pria asing itu. “Kau adalah alfa dari kelompok liar yang selalu saja mengusik seluruh negeri.” “Iya, kebetulan sekali aku sedang singgah di Texas, dan aku ingin meneror semua wilayah ini. Menyenangkan, bukan? Oh, sebentar, Tuan, kau jangan mengalihkan pembicaraan. Kau serius tidak mengingatku?” “Aku tidak mengenal orang sepertimu, kalaupun kita pernah bertemu, aku akan segera melupakanmu dan menghancurkanmu. Orang sepertimu seharusnya tidak ada di dunia ini.” “Jangan dingin begitu, aku sebenarnya ingin berbagi informasi padamu. Kita ini kan manusia serigala, bagaimana pun kita seharusnya saling mendukung. Maafkan semua kelakuan anggota baruku ini, mereka sedang latihan untuk menjadi buas.” “Latihan katamu? Latiahn dengan membunuh manusia?” “Mereka kan hanya manusia. Mereka adalah daging, dan kita, kaum kita itu adalah pemangsa daging. Ini tidak adil, Saudaraku, kenapa kita hanya bersmebunyi sementara mangsa kita sedang berkembang biak dari tahun ke tahun?” “Jangan panggil aku saudara. Aku bukan saudaramu. Dan, apa yang kau katakan barusan itu benar sekali. Manusia memang daging, tapi kita sudah hidup berdampingan sangat lama, dan kau tidak bisa menerapkan aturan sadismu itu untuk menghancurkan keseimbangan dunia ini.” “Kau terlalu lama berdiam diri di tempat kecil seperti ini, jadinya kau tidak akan tahu apa yang sebnearnya terjadi di luar sana. Aku beritahu padamu ya, di luar sana sedang ada pembciaraan tentang emnguasai dunia ini, membuat manusia tidak akan semena-mena lagi, mereka akan sdaar diri kalau mereka bukan raja di dunia ini, kaum kita adalah puncak rantai makanan, dan kita akan menghancurkan setengah populasi mereka agar mereka tidak akan berkutik lagi.” “Kau pasti sedang bermimpi. Jika kau sudah selesai bermimpi, sebaiknya ayo lawan aku, aku yakin kau sedang ingin hal itu kan? Untuk apa? Mengujiku?” Gregori menyeringai lebar karena akhirnya niatnya diketahui. Dia memang ingin menguji kemampuan dari alfa yang dikenal sebagai pemimpin kelompok terbesar dan terkuat di daerah ini. Dia langsung menajamkan kukunya, lalu berlari ke arah Alfa. Alfa sudah melihat Gregori sebagai lawan. Kedua pupil matanya berubah menjadi predator, kemudian dia ikut menyerang. Pertarungan mereka menjadi awal dari pertarungan lima manusia serigala melawan Sherif Tom dan Jett. Mereka semua bertarung habis-habisan. Baru satu menit saja, pertarungan itu sudah membuat situasi sangat panas, angin berhembus kencang karena saking cepatnya tinju, hantaman, sepakan dan semua yang dilakukan antara dua alfa tersebut. Kekuatan mereka tidak main-main. Tetapi semenit kemudian, Alfa berhasil menghindari tinju dari Gregori, dan langsung membalasnya dengan meninju perutnya sampai dia terlempar amat jauh. Ini membuat pasangannya bereaksi, dan nyaris menyerang Alfa. Tetapi dia menghentikan niatnya karena menghormati permintaan dari Gregori. Gregori bangkit lagi, dan pertarungan kembali terjadi. Sementara itu, dua serigala yang sebelumnya dilukai oleh Jett berhasil dilumpuhkan olehnya. Kali ini, dia tidak mau menunggu lagi ataupun membuang tenaga. Sekarang, dia langsung menghajar siapapun yang muncul di depannya, bahkan dia lebih lincah dari sebelumnya. Hal ini membuat Sherif Tom agak kaget sampai melupakan kalau sedang berada di tengah bertarungan. Dia langsung ingat lagi dan kembali menghajar sisa dari orang yang ada disana. “Kau selamatkan Elsie, aku akan menahannya.” Dia mengatakannya sembari melihat sisa anggota yang belum tumbang. Tanpa mengatakan apapun, Jett mengangguk, kemudian berlari ke Elsie diikat. Dia terlihat curiga juga ketika pasangan dari Gregori tidak ada niatan untuk menghalangi perbuatannya. Iya, sekarang dia percaya apa yang tadi dikatakan oleh sang alfa bahwa kemungkinan memang Gregori tidak sedang ingin memakan Elsie, melainkan ingin memancing agar para manusia serigala disini fokus mencarinya. Iya, setelah dia menyatakan kalau elsie adalah pasangannya, barulah kala itu dia diincar, ini adalah hal yang bukan kebetulan semata. Sembari melepaskan ikatan di tubuh gadis itu, dia bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi? Apakaha mungkin kalau yang dikatakan oleh Gregori tentang rencana semua manusia serigala untuk memusuhi manusia itu memang benar? Lantas, apa jadinya dunia ini jika kekacauan terjadi? Dia tidak bisa membayangkannya. Setelah berhasil melepaskan Elsie, dia menggendongnya, dan membawanya menjauh sebentar, lalu mendudukkannya di bawah salah pohon sembari terus menepuk pelan pipinya. “Elsie, elsie? Elsie, bangunlah, elsie … tolong bangunlah.” Dia terus memeriksa kondisi tubuh Elsie, tidak terdapat k*******n yang berlebihan, hanya bagian pundak dan lengkuk yang kelihatan memar. Dia berharap wanita muda ini tidak menderita luka seirus akibat perbuatan orang-orang ini. Dia tampak menoleh dan senang saat melihat Sherif Tom berhasil mengalahkan sisa anggota. Dia sibuk memborgol mereka dengan rantai khusus yaitu perak. Tapi, dia jelas menggunakan sarung tangan agar tidak terpengaruh. Meskipun begitu, memang benar, perak memiliki aura tinggi untuk membuat manusia serigala tidak nyaman. Hanya karena membawanya saja, dia merasakan kalau tenaganya perlahan melemah. Beruntungnya, dia berhasil melumpuhkan mereka semua. Dia dan Jett kemudian menengok ke arah lain. Alfa mereka dan Gregori masih bertarung dan makin lama makin menjauh, hal itu membuat pasangan Gregori ikut mendekat ke sana. Wanita itu jelas tidak ada keinginan untuk melawan, apalagi peduli dengan apa yang Jett dan Sherif lakukan. Saat Jett hendak berdiri, dia mendengar suara Elsie yang mendesah. “Elsie?” Dia lega melihat wanita itu akhirnya sadar. Elsie masih pening, dia bahkan sampai ingin muntah. Apa yang sudah dilakukan oleh penculiknya tadi benar-benar di luar batas. Dia melihat Jett samar-samar. Penglihatannya agak buruk karena hal ini. “Aku …” Dia meraba kulit pipi Jett. “Aku … sopir …” “Tidak usah bicara dahulu, kepalamu pasti sakit sekali.” “Tidak, Jett, sungguh kau harus menyelamatkan sopir itu … dia dibiarkan berada di pinggir jalan.” “Tidak usah khawatir, Sherif sudah mengutus orang untuk menjemputnya.” “Jadi dia tidak apa-apa?” “Tidak apa-apa.” Jett tersenyum sembari membelai rambut kusut Elsie. Dia bangga terhadap wanita ini yang ternyata tetap mementingkan orang lain dibandingkan dengan dirinya. “Aku tahu kau memang orang baik. Kau mempedulikan orang lain terlebih dahulu ketimbang dirimu sendiri.” “Dia orang baik.” Elsie masih lemah, tapi dia bisa mendengar kegaduhan dari tempat lain. Dia menoleh dan kaget melihat pertarungan tak masuk akal yang sampai membuat pohon tumbang di antara dua pria. “Itu …” “Kau jangan khawatirkan ini.” Jett melihat kalau alfa nya jauh lebih unggul dari Gregori. “Sebentar lagi, pemimpin kelompok gila yang membantai banyak wanita disini akan hancur.” Tetapi, yang membuat terkejut adalah tiba-tiba pasangan dari Gregori segera berlari menuju ke luar hutan, dan kemudian diikuti oleh Gregori itu sendiri setelah berhasil menghantamkan tinju sekuat tenaga sehingga membuat Alfa terlempar jauh. Mereka berdua melarikan diri, dan Alfa kelihatan enggan untuk mengejar. Ada hal yang membuatnya tidak ingin mengejar, yaitu memang niatnya tidak ada hal lain lagi disini. Semua pembunuhan akan dihentikan oleh Gregori. Setelah pertemuan mereka, Alfa merasa akan ada banyak sekali masalah di luar sana. Dia berharap rencana pemusnahan manusia itu tidak akan terjadi. ***
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD