Setelah semua yang terjadi, Jett membawa pulang Elsie ke rumah neneknya. Selama beberapa hari kemudian, Elsie dirawat dengan baik sampai memar-memar di tubuhnya hilang.
Bahkan sampai sekarang pun, Jett masih tidak percaya melihat Elsie diperlakukan seperti ini. Dia tidak terima dengan semua itu. Tetapi, apa yang bisa dia lakukan, sedangkan pihak musuh sudah pergi.
Dia dan para anggota lain yang ada di kelompoknya berdiskusi masalah ini dengan Alfa mereka. Mereka sepakat untuk menyelidiki ini lebih lanjut, tentang masalah pemusnahan manusia dan beberapa kelompok manusia serigala yang sepertinya bersatu membuat hal itu terwujud. Bagi Alfa, dia mencurigai adanya otak di balik semua provokasi yang ada. Dia tidak menduga kalau Gregori yang melakukannya. Dia menyakini adanya orang lain, malahan bisa berasal dari kaum yang berbeda.
Kali ini, Elsie ikut dalam pertemuan tersebut. Dia mendengar kaum ini membicarakan tentang dunia mereka. Tak lupa, Alfa juga menjelaskan bahwa di dunia ini memang tak hanya ada manusia serigala, melainkan Vampire, dan makhluk malam lain. Mereka semua tetap bersembunyi dibalik bayang-bayang demi menjaga kedamaian dunia.
Selain itu, dia juga mengenalkan suatu kaum yang disebut Nephilim, yang merupakan anak-anak terlarang manusia dengan malaikat. Dikatakan anak-anak Nephilim ini bisa menjadi ancaman di kemudian hari, dan Ada sebagian dari mereka yang tidak menyukai sisi manusia mereka. Mungkin itu bisa menjadi alasan, mereka adalah otak dari semua ini.
Tetapi, semua yang telah dikatakan barusan hanyalah sebuah teori semata yang tidak bisa dibuktikan begitu saja oleh Alfa. Dia hanya menjelaskan apa yang terpikirkan oleh kepalanya, tanpa bisa memberikan bukti. Untuk sekarang, memang hanya itu saja yang bisa dia katakan di pertemuan kelompoknya.
Elsie masih tetap diam di kursinya. Dia memandangi seluruh orang yang ramai duduk di kursi tang melingkari meja bundar ini. Seluruh ruangan tampak kosong, tapi memiliki arsitektur yang modern nan bagus. Ini adalah rumah dari Alfa, yang dikhususkan satu ruangan untuk pertemuan kelompok.
Jumlah anggota di kelompok ini mencapai seratusan orang, iya, itu karena sebagian besar sistem disini adalah kekeluargaan. Semua orang yang masih lingkup keluarga akan dilindungi sebagai anggota. Bagi Alfa, membentuk kelompok bukanlah menjadikan mereka berpisah dari kaum manusia biasa. Dia membentuk kelompok dengan anggota sebanyak mungkin, agar di kota ini tetap bisa terjaga keamanannya.
Dia tidak mau melihat ada manusia serigala liar tang berkeliaran tak menentu, dimana itu akan menjadi masalah di kemudian hari. Bisa saja dia menjadi kriminal, atau bahkan mengancam nyawa sesama kaum serigala.
Semua alasan itu menjadi Alfa kota ini sangat dihormati. Dia juga tidak mau melibatkan pertarungan dalam segala hal. Jika bisa diselesaikan secara baik, maka dia akan memilih itu. Namun, jika masalahnya agak rumit seperti Gregori sebelumnya, dia sudah muak dan turun tangan sendiri untuk mengusirnya.
Ada penyesalan tersendiri dalam diri sang Alfa, dia menyesal karena baru mengetahui bahwa musuh di kota yang terus mengintai nyawa orang lain adalah Gregori, yang tampaknya hanya ingin membuatnya marah.
Karena ulah Gregori itulah, situasi kota menjadi sangat sepi. Banyak orang yang mengungsi keluar kota, dan menjadikan kota ini makin terlihat seperti tanah pemakaman.
Kota kecil seperti ini biasanya tetap ramai sekalipun tidak penduduk. Selain itu, jalanan juga biasanya ramai kendaraan bermotor, tapi sejak adanya berita buruk ini, semuanya menjadi sangat buruk.
Karena itulah, rapat hari itu juga membahas tentang ajakan untuk kembali pulang bagi warga yang terlanjur pergi. Walaupun Sherif Tom sendiri menyatakan kalau kemungkinan anak muda akan malas kembali lagi karena betah di kota besar.
“Iya, kalaupun itu yang terjadi, maka tidak masalah. Toh, lambat laun kita semua akan kedatangan banyak tamu lagi. Semoga tidak ada Gregori-Gregori lain di kemudian hari. Tapi tetap saja, Kita harus waspada, kalian harus melakukan apa yang sudah ku rencanakan tadi. Kalian paham?” Alfa ingin menyudahi pembicaraan tentang kondisi kota.
Semuanya mengatakan hal yang hampir serupa. “Iya.” “Tentu”
“Ngomong-ngomong Tom, kau harus mengatakan pada Black, maksudku rekanmu itu untuk mencurigai pekerja yang sedang bekerja di perusahaan kontruksi kita. Sepertinya dia curiga sekali kalau perusahaan itu makin banyak pekerja.” Alfa mengingatkan Sherif.
Sherif mengangguk. “kalau itu mudah, dia memang suka sekali mencari masalah, tapi dia cukup membantu. Aku pastikan dia takkan mengganggu perusahaan kita. Lagipula, dia mungkin hanya penasaran kenapa perusahaan memiliki banyak sekali pekerja dari bulan ke bulan.”
“Iya, semakin besar semakin bagus, sebentar lagi juga akan ada pekerja baru. Anak darimu sudah lulus sekolah di kota Austin, Hardy?”
Seorang pria yang kelihatan berusia paruh baya, duduk tak jauh dari kursi yang diduduki oleh Elsie, langsung bicara, “iya, dia akan lulus dan semoga bisa semakin memajukan bisnis.”
“Itu pasti, suruh saja datang kalau ingin bertemu langsung denganku. Dia pendiam sekali.”
“Maafkan dia, Alfa, memang seperti itulah dia.”
“Tapi dia anak yang baik.”
“Terima kasih.”
“Ngomong-ngomong, bagaimana keadaan putrimu? Bagaimana bayi-bayinya?”
“Dia juga baik-baik saja sekarang, walaupun masih lemah.”
“Kita harus menyiapkan penjagaan juga karena kebanyakan anggota keluargamu itu wanita, jadi agak khawatir kalau kau sedang menjalankan misi.”
“Itu memang benar.”
“Jangan khawatir, nanti aku akan meminta seseorang untuk terus menjaga kalian. Wanita di keluargamu ada tujuh, bukan?”
“Iya, termasuk satu putri tiriku yang manusia biasa, dia baru menginjak usia remaja sekarang. Aku selalu khawatir padanya sejak kejadian pembunuhan itu, makanya dia selalu berada di rumah. Beruntungnya tak terjadi sesuatu.”
“Iya, walaupun masalahnya Gregori sudah lenyap, tapi bukan berarti masalah kita lenyap. Kita harus memperkuat perbatasan juga, jangan sampai peristiwa penculikan Elsie waktu itu terjadi di siang hari begitu, apalagi sampai membuat sopirnya syok dan trauma.”
Elsie penasaran dengan keadaan pria yang mengendarai mobil saat itu. Dia tidak bisa membayangkan betapa sakitnya dilempar dari dalam mobil dan menghempas langsung ke tanah.
“Elsie, kau jangan khawatir juga, pria itu sekarang sudah baikan, dan berkat dokter dari kami, dia akan segera melupakan kalau melihat pria mencurigakan yang merupakan manusia serigala.” Alfa menjelaskannya pada Elsie. Dia bisa tahu kalau wanita itu masih mengkhawatirkan kondisi pria yang hendak mengantarnya itu.
Elsie tersenyum senang. “Syukurlah.”
“Oh, karena pembicaraan kita sudah disini. Maka sekali lagi, aku akan mengenalkan pada kalian, ini Elsie, dan dia akan menjadi bagian dari kekeluargaan kita karena dia adalah pasangan dari Jett sekarang.” Alfa memperkenalkan Elsie kembali tapi dengan lengkap dan serius.
Dia juga menambahkan, “elsie akan mulai menetap disini, jadi kalian tolong baiklah dengan dia. Dia adalah manusia biasa, tapi keberaniannya sudah seperti singa.”
Beberapa orang tertawa, termasuk Jett, sampai-sampai membuat Elsie malu bukan main. Padahal, dia tidak mirip singa sana sekali. Jangankan berani, dia saja pingsan saat diculik.
***