Natalia, yang membawa tas selempang kecil yang berisi ponsel dan dompet, kelihatan mengeluarkan ponselnya, lalu dia menuliskan sesuatu.
Beberapa detik kemudian, dia memperlihatkannya kepada Elsie, yang ternyata berbunyi :
Aku mencintai Jett
Elsie kaget. Entah mengapa Natalia sepertinya tahu kalau pendengaran Jett sangat tajam sehingga cara ini harus dilakukan untuk mengatakan apa yang ingin dipikirkan agar tidak sampai terdengar.
“Kau ...” Elsie melototinya.
Natalia menyimpan ponselnya ke dalam tas selempang lagi, kemudian dia menyeringai pada Elsie. Senyuman ramah tadi seolah hanya kedok untuk menunjukkan niatnya yang terselubung dan jahat.
.
.
.
Selama satu jam berlalu, Elsie masih terdiam Saja. Dia tidak mau berinteraksi dengan siapapun karena entah mengapa tenggorokannya mendadak kaku. Dia takut dengan kemungkinan yang akan terjadi. Meskipun dia tahu bahwa Jett tidak mungkin menyukai wanita lain, tapi ada sesuatu dalam wanita bernama Natalia ini yang membuatnya ragu.
Selepas melakukan aktifitas seperti biasa, Jett berpamitan terlebih dahulu kepada teman-temannya, kemudian mengajak Elsie pulang. Memang lebih baik untuk mengajaknya pulang daripada dia diam terus seperti patung di pinggir sungai.
Semuanya benar-benar berubah menjadi tidak menyenangkan semenjak kedatangan teman - teman Jett. Pikiran Elsie yang tadinya tenang, mendadak dipenuhi kabut hitam tebal. Dia tidak merasa kalau akan selamat kali ini.
Ada wanita lain yang menyukai pria yang dia sukai, jelas saja dia tidak bisa menerima hal tersebut, namun apa yang bisa dia lakukan, sementara Jett juga berteman baik dengan wanita itu.
Sekalipun tidak diancam oleh Natalia, tapi Elsie merasa sangat terancam. Dia tidak bisa membiarkan hal ini terjadi. Dia tidak tenang sampai segalanya berakhir.
Jett membawanya masuk ke dalam rumah yang diberikan oleh Alfa, lalu mengajaknya masuk ke dalam kamar, mengenalkannya pada rumah ini, memastikan kalau tidak ada masalah.
Dia menaruh koper-koper di pinggir ranjang. “Semuanya bagus, kau pasti suka kan?”
“Apa aku akan tinggal sendiri?”
“Tentu saja tidak.” Jett menyeringai serta mengedipkan mata. “Aku akan disini juga. Kau tidak akan takut apapun lagi.”
Bukannya tersenyum, Elsie masih kepikiran dengan hal tadi. Dia tidak mau menyembunyikan ini dari Jett, jadi dia langsung memberitahukannya, “Jett, aku ingin tahu sesuatu ...”
“Tentu.”
Elsie duduk di tepi ranjang, lalu mulai pertanyaannya, “apa ada wanita lain yang menyukaimu?”
“Kenapa kau bertanya begitu?”
“Penasaran saja apakah kau tahu perasaan mereka atau tidak.?”
“Aku tidak tahu perasaan orang, Elsie, aku hanya memahamimu. Tapi, kalau kau tanya pendapatku, mungkin ada yang menyukaiku, tapi sebatas suka, tidak ada satupun orang yang membuatku tidak nyaman. Semuanya berteman denganku, kurasa dalam lingkup pertemanan disini, teman lebih berharga ketimbang cinta.”
“Bagaimana kau tahu kalau ada orang yang menyukaimu?”
“Semisal memberikan perhatian yang lebih atau lebih senang menggodaku ketimbang yang lain.”
“Oh, apakah kau pernah digoda wanita lain? Jadi, siapa wanita itu?”
“Kenapa pertanyaan berputar terus, Elsie? Katakan saja sebenarnya ada apa? Kenapa kau memikirkan itu? Apa ada masalah? Sejak tadi kau diam sekali aku sampai bingung ada apa denganmu. Aku tahu kau bingung, tapi, ada apa?”
“Kurasa Natalia menyukaimu Jett.”
“Natalia?”
“Iya.”
“Hmm.” Jett tampan tidak kaget. Dia sebenarnya sudah menduga sejak dahulu kalau disukai Natalia. Tapi, dia tidak melakukan apapun karena mereka sudah berteman sejak lama, tidak mungkin juga dia tiba-tiba tidak mau berteman dengannya.
Elsie memicingkan mata kepada kekasihnya itu. “Sepertinya kau sangat mengenal Natalia, ya? Kau sudah tahu kalau dia menyukaimu?”
“Well, aku sudah menduga, tapi dia tidak pernah menggodaku berlebihan, Sayang. Maka dari itu, aku tidak pernah mengungkitnya, lagipula kalau sedang bersama-sama, dia biasa saja. Dan, bagaimana kau bisa menyimpulkan begitu? Apa karena dia melihatku t*******g d**a di sungai terus tadi?”
“Bukan.” Elsie menghela napas panjang. Dia masih ingat apa yang sudah ditunjukkan Natalia kepadanya. Sebuah layar ponsel yang memiliki tulisan bahwa dia menyukai kekasihnya. Itu adalah tindakan yang sangat tidak sopan sekaligus pernyataan perang.
Iya, sekarang Elsie sadar bahwa Natalia tidak terima kalau Jett sudah bersama dirinya. Tapi, bagaimana mungkin juga Jett diambil darinya sementara dia adalah belahan jiwanya?
Dala. Sekejap ucapan dari seorang manusia serigala liar yang pernah dilawan oleh Jett teringat kembali ke kepala Elsie. Dia menjadi ketakutan karena kata pria itu pasangan manusia serigala bisa kembali muncul apabila pasangannya sudah tiada.
Jadi, ini membuktikan cara untuk tetap bersama Jett adalah membuatnya tiada alias membunuhnya. Jika dia sudah tidak ada, maka Jett akan kembali menjadi serigala kesepian yang menanti Dewi Bulan untuk memberikannya pasangan baru.
Elsie menggelengkan kepala tidak mau sekaligus takut. Dia benar-benar tidak mau terjadi hal buruk hanya karena memperebutkan seorang laki - laki.
“Elsie? Sayang? Elsie? Kenapa kau diam saja?” Jett menegur gadis itu sampai membuatnya sadar dari lamunan. “Kau kenapa?”
“Jett, kurasa wanita itu memang sangat menyukaimu, aku tahu itu karena dia sendiri yang memberikan tulisannya padaku. Iya, kau tidak bisa mendengarnya karena dia memberikan sebuah tulisan padaku. Itu artinya dia tahu kalau pendengaran mu tajam ... Bukankah itu mencurigakan? Ini cukup serius, Jett.” Elsie menjelaskan pemikirannya.
Jett tidak bisa berpikir kalau Natalia mengetahui jati dirinya. “Sejujurnya, tidak ada teman manusiaku yang tahu kalau aku ini manusia serigala. Mereka juga tidak pernah curiga padaku. Tapi, mungkin memang ada sesuatu pada Natalia.”
“Apa kau tidak bisa mendeteksinya? Mungkin saja dia juga manusia serigala , bukan?”
“Kalau hal itu agak tidak mungkin, Sayang. Aku bisa pastikan tidak ada bau manusia serigala dari tubuhnya. Dia seperti manusia biasa, tapi entah mengapa kadang aku mencium aroma darahnya agak aneh, seperti ... Aneh saja, tapi karena manusia selalu memiliki aroma yang berbeda, maka aku tidak berpikiran aneh-aneh.”
“Kau tidak curiga mungkin saja dia makhluk lain? Alien mungkin, kalau manusia serigala itu ada, maka mitos-mitos dunia ini juga pasti ada, kan? Peri hutan, duyung, dan lain-lain, mungkin saja Natalia ini adalah salah satu makhluk mitologi dan dia tahu tentangmu sekalipun tidak kau beritahu. Mungkin dia punya radar yang menjelaskan hal tersebut.”
“Astaga, kau sangat imajinatif, ya, aku saja yang manusia serigala tidak pernah berpikiran sampai sejauh itu. Alien? Aku tidak pernah melihatnya. Kurasa hidupku jauh lebih masuk akal ketimbang dirimu.”
“Jangan bergurau ya, aku serius. Kau sendiri adalah mitologi, Jett, harusnya kau memikirkan kemungkinan terburuk. Oh! Mungkin saja wanita itu semacam iblis ... Aku takut sekali saat bersanding dengannya, dia tidak bicara apapun, tapi aku merasa terintimidasi.”
“Oke, oke.” Jett mengalah dengan duduk di samping Elsie. Kemudian, dia membelai rambut wanita itu dengan lembut. “Aku minta maaf, aku hanya senang melihatmu yang ternyata sangat imajinatif. Maafkan aku, ya, aku akan menyelidiki tentang Natalia, jadi kau jangan takut. Kalau kemungkinan dia iblis itu agak tidak mungkin juga, aku pernah tahu seorang iblis, auranya memang berbeda, sangat gelap dan dia licik, seluruh bagian matanya bisa menjadi hitam, mengerikan sekali.”
“Benarkah? Kau sungguh tahu apa itu iblis? Iblis itu memang ada? Astaga.”
“Iya, aku pernah bertemu dengan iblis. Tapi, kurasa dia iblis yang tidak terlalu merusak. Dia juga tidak menjalin kerjasama dengan manusia, intinya dia benar-benar hanya iblis yang ingin bersenang-senang saja di bumi. Hanya saja, dia punya tempramen yang agak buruk.”
“Wah, aku tidak tahu kalau ternyata iblis memang ada. Sungguh ini adalah informasi yang berharga. Aku harus semakin berhati-hati.”
Jett mengecup kening Elsie untuk menenangkan ketegangan yang ada dalam diri wanita itu. “Sudahlah, kau tenang saja. Aku disini untuk melindungimu. Kau bisa tidur saja, biar aku yang mengurus semuanya. Aku akan membuatkan makan malam untukmu.”
“Tidak perlu. Aku yang akan membuatkan makan malam. Kau bukannya harus pulang dan mengemas barang-barang mu, kau bilang akan tinggal disini denganku.”
“Iya.”
“Kalau begitu cepatlah pulang, dan segera kembali dengan membawa barang-barangmu. Aku tunggu makan malam nanti.”
“Baiklah, sayang. Kau jangan takut saat aku tinggal, ya, disini cukup aman kok, ada tetangga juga. Dan perasaan kita akan terus terhubung sehingga aku akan tahu kalau kau sedang dalam masalah.”
“Aku tahu, sudah sana pergilah, aku bisa mengurus semuanya.” Elsie kemudian berdiri. “aku juga harsu membersihkan rumah ini. Aku akan menyambutmu dengan rumah yang bersih nanti.”
“Aku tahu kau pasti bisa melakukan itu.”
“Ngomong-ngomong, kau ingin makan apa?”
“Kurasa ikan tidak masalah, sudah lama aku tidak makan ikan. Di lemari pendingin ada banyak makanan, Alfa tadi mengatakan padaku secara pribadi kalau dia membelikan banyak makanan juga untuk kita. Rumah ini benar-benar tinggal ditempati saja.”
“Aku sungguh berhutang budi dengan pimpinanmu.”
“Jangan begitu. Kita semua keluarga. Mulai sekarang dia bukan hanya pimpinanmu, dia juga pimpinanmu. Bagi kami, dia seperti ayah besar. Jadi, kau tidak perlu sungkan padanya. Dia sangat baik dan bijaksana.”
“Aku bisa melihatnya. Aku tahu kalau dia adalah orang hebat. Mungkin besok aku akan memberikannya kue jahe buatanku.”
“Kue jahe di musim panas, kurasa cukup baik.” Jett menyindir Elsie yang selalu melakukan sesuatu, memakai sesuatu atau membuat sesuatu yang tak sesuai dengan musim.
“Baiklah, terserah kau mau bilang apa, tapi aku snagat ahli membuat. Kue jahe.”
“iya, Iya, sayang.”
“Sudah sana pergi.”
“Iya.”
Jett pun pergi meninggalkan tempat itu dan pergi ke rumahnya untuk membereskan barang-barangnya. Dia mulai sekarang akan tinggal satu atap dengan sang kekasih.
***