BAB 30

1381 Words
"Ngomong-ngomong kita sudahi saja pembicaraan membosankan ini, kau tidak mau berenang denganku? ayo kita berenang, Sayang." "Ayo." Elsie semangat karena dipanggil Sayang. dia segera berdiri, dan langsung diikuti oleh sang kekasih. Mereka berdua kompak melepaskan baju yang melekat di tubuh mereka berdua. . . . Jett melepaskan hampir semua baju, menyisakan celana pendek, sedangkan Elsie yang sudah siap dengan memakai bikini di dalam bajunya, mereka langsung menceburkan diri ke dalam ke sungai jernih. Keduanya menikmati dinginnya air tersebut dan tertawa bersama. Ketika melihat Elsie dalam kondisi basah begitu, Jett seperti ingin menerkamnya saja. Dia tergoda dengan kondisi ini, tapi berusaha untuk tetap tenang. Elsie menertawainya. Dia bisa merasakan kalau kekasihnya itu sudah mulai tergoda. Untuk membuatnya makin parah, dia meraba perut rata dari pemuda itu, lalu semakin ke bawah sehingga membuat situasi memanas. “Aku tidak tahu kalau kau ini sebenarnya sangat nakal, Sayang.” Jett meraba rambut basah Elsie, memainkann PPya, lalu menyentuh titik lemahnya yang merupakan bagian belakang telinga. Semua perlakuan lembut ini sukses membuat air sungai menjadi tak dingin lagi untuk mereka. “Aku hanya belajar ini darimu.” “Dariku?” “Kau menggodaku sejak awal kita bertemu kan?” “Oh iya? Aku tidak merasa menggodamu.” “Kau tidak mengenakan apapun. Kau sungguh menggodaku.” “Kau saja yang terlalu polos sayang, orang-orang memang benar, terkadang mereka yang memiliki otak polos sangat berbahaya di dalam hubungan.” “Jangan mengejekku, ya.” “Aku menggodamu.” Tubuh seksi Elsie juga sangat menggoda, tak heran kalau Jett tidak bisa menahannya lebih lama lagi. Dia ingin mereka segera pulang dan melakukan sesuatu untuk menurunkan gelora panas ini. Ketika mereka akan berciuman, suara berisik datang ke arah mereka. Orang yang pertama kali sadar adalah Jett sehingga dia langsung menoleh ke sumber suara. Elsie yang tidak dengar heran. Dia bertanya, “ada apa?” Jett melepaskan tangannya dari pinggang Elsie, kemudian tersenyum pada beberapa orang yang datang ke arah sungai. “Ada teman-temanku datang aku mengira mereka masih di kota lain. Lihat itu.” Elsie menoleh pula, melihat kedatangan dari tiga orang, dua pria dan satu wanita. Mereka sudah kompak menggunakan pakaian renang. Tempat ini benar-benar sudah seperti pantai pribadi di kota kecil ini. Memang, satu-satunya sungai yang cukup nyaman, luas dan jernih. Tempat yang cocok dijadikan tempat liburan di musim panas. Ketimbang pergi ke tempat lain yang ramai, ini adalah lokasi yang cocok untuk kegiatan pribadi. “Hai, teman-teman?” sapa Jett tersenyum. Seorang pria yang memiliki rambut pirang langsung tertawa. Dia tidak percaya pada akhirnya melihat temannya memiliki kekasih. Mereka bertiga bukanlah manusia serigala, tapi tetap tidak mengetahui jati diri dari Jett yang seorang manusia serigala. Mereka sudah berteman sejak lama dan tidak ada masalah tentang rahasia tersebut. Iya, lagipula Jett juga tidak pernah berbuat masalah atau menyalahgunakan kekuatannya. Benar, hampir setiap hari, dia bersikap seperti pemuda biasa, dan memang dia sudah nyaman menjadi seperti ini. Hanya saja, ketika di butuhkan seperti saat menyelamatkan Elsie bersama Alfa sebelumnya, dia memang harus menunjukkan kekuatan aslinya. Namun kalau hanya seperti ini, dia tidak perlu melakukan apapun. “Aku tidak percaya Nenek Leda memang benar kau sudah punya kekasih rupanya. Aku cepat-cepat kemari untuk membuktikannya.” Pria yang lain, yang berambut coklat tua, tampak melihat wanita yang di sampingnya. Seperti ada yang dia pikirkan, dia memahami apa yang dirasakan wanita di sampingnya itu. Namun, mana mungkin dia mengungkitnya disini. Dia tetap sendu, meskipun sekejap kemudian, dia mengubah mimik wajahnya menjadi lebih ceria. Dia berkata, “Hai, Jett, apa kabar? Aku menelponmu tadi pagi. Kau tidak mengangkatnya.” “Maaf, Shawn, aku ada pertemuan dengan Tuan Thorns.” Jett mengarang cerita, lalu tersenyum. Dia mengajak kekasihnya untuk ke tepian. “Iya, tidak masalah. Kau akan mengenalkan kekasihmu itu? Ayo kenalkan pada kami.” Jett membawa Elsie naik ke daratan, kemudian mereka berdiri di depan mereka dalam keadaan masih basah. Tubuh seksi Elsie terlihat jelas. Biasanya dia amat malu mengenakan pakaian terbuka di tempat umum, tapi berhubung dia bersama kekasihnya, jadi dia merasa percaya diri. “Teman-Teman ini Elsie, Kekasihku. Elsie ini teman-temanku, Fred, Shawn, dan Natalia.” Jett mengenalkan mereka semua. Dia juga menuding dua teman lelakinya. Pria yang bernama Fred adalah yang berbuat pirang dengan tubuh yang sangat bagus. Sedangkan Shawn memiliki rambut kecoklatan dengan tubuh yang biasa saja, tapi d**a cukup rata, selain itu wajahnya sangat manis sehingga membuat kebanyakan gadis luluh padanya. Sementara itu, wanita yang mereka ajak masih seumuran dengan mereka semua. Dia memiliki rambut pirang gelap dan agak berombak. Dia adalah tipikal wanita yang populer di kalangan teman-temannya. “Hai, aku Natalia Walker, aku tetangga Jett, kalau kau sudah tahu rumahnya, maka rumahnya yang ada di seberang jalan.” Natalia menyunggingkan senyuman palsu kepada Elsie. Dia menjabat tangannya dan dengan ramah. Shawn yang melihat ini kelihatan sedih sekaligus tegas. Entah mengapa dia merasa kalau ada yang akan terjadi setelah ini. Dia tidak ingin merusak suasana, jadi dia tetap tersenyum pada pasangan baru itu. “senang berkenalan dengan kalian, aku Elsie.” Elsie memperkenalkan diri dengan sedikit malu-malu. Sikapnya sangat manis. Fred bertanya, “Kudengar dari Nenek Leda kau dari kota besar?” “Iya, begitulah, aku sebenarnya liburan kemari, tapi ...” Elsie menoleh pada kekasihnya. Jett melanjutkan, “bertemu denganku, tergoda padaku, lalu berkencan seperti sekarang.” Fred tertawa terbahak-bahak, Shawn bukannya tertawa malah fokus menatap Natalia yang masih saja kelihatan sendu. “Pemuda lokal memang lebih hebat ketimbang kota, Elsie. Kau akan betah dengan Jett.” Fred menyeringai pada Elsie sekaligus pada temannya, Jett. Elsie tersenyum, tidak menyangka kalau Jett memiliki teman yang menyenangkan. “Itu sudah pasti.” “Oh iya, sebenarnya aku dan Shawn ini adalah teman Jett sejak kecil, kami tumbuh besar disini, jadi sudah seperti saudara. Walaupun kami agak tidak suka dengan sikap tertutup Jett kadang-kadang.” “Ayolah, kenapa malah membahas itu?” “Oke.” “Tapi, aku senang kalian datang kemari, kukira kalian sedang sibuk berpesta di kota,” kata Jett bercanda. Fred mengangguk. “Tadinya aku ingin bermain-main sebentar, tapi aku mendadak malas, dan pulang saja. Apalagi kudengar di berita kalau pembunuh berantainya sudah tertangkap. Hebat sekali Sherif kota kita.” “Kau benar.” “Jadi, kau kan disini, memang benar kalau pembunuh berantainya adalah orang asing yang gila. Ada lima, bukan?” “iya.” “Dan sebagian dari mereka sudah ditembak mati?” “Tidak ada cara lain, mereka melawan.” “Begitu saja. Mengerikan sekali. Aku sudah menduganya kalau jumlah mereka lebih dari satu. Pantas saja kejahatan mereka sulit tercium.” “Makanya, tapi untungnya sekarang sudah tidak ada masalah. Oh iya, bagaimana dengan kekasihmu? Kau bilang ke kota untuk liburan sekalian, tapi kenapa sekarang hanya sendirian dan kau berkata mendadak malas.” “Itu dia alasannya, mantan kekasihku yang s****n itu memutuskanku begitu saja karena sudah memiliki incaran lain. Dasar p*****r sialan.” Shawn tanpa sengaja tertawa mendengarkan itu. Dia lantas menimpali, “itu karena kau berkhianat dengan mengencani banyak wanita juga, kurasa itu yang namanya karma, Teman.” “Jangan dibahas, oke.” Jett tertawa. “Kau jelas sekali marah, kau memang menyukai Claudia. Sekarang kau kehilangan dia, aku bisa paham perasaanmu.” “Diam juga kau, kau mendadak banyak bicara hanya karena punya kekasih baru, eh?” “Tidak begitu.” Mereka bertiga saling menggoda dan tertawa sendiri, membiarkan dua wanita ini saling memandang. Elsie merasa tatapan Natalia agak semakin tajam dan tajam, dia sampai bingung dan keheranan apakah dia pernah bertemu dengannya sebelumnya. Tak lama kemudian, pemuda berambut pirang itu langsung terjun ke dalam air sungai itu, yang kemudian disusul oleh Shawn. Mereka berdua keliatannya senang sekali. “Oh iya, Elsie, kau bicara saja dengan Natalia, aku akan mengobrol dengan teman-temanku sebentar.” Jett meninggalkan Elsie dengan terjun ke dalam sungai, dan bergabung dengan dua temannya. Natalia, yang membawa tas selempang kecil yang berisi ponsel dan dompet, kelihatan mengeluarkan ponselnya, lalu dia menuliskan sesuatu. Beberapa detik kemudian, dia memperlihatkannya kepada Elsie, yang ternyata berbunyi : Aku mencintai Jett Elsie kaget. Entah mengapa Natalia sepertinya tahu kalau pendengaran Jett sangat tajam sehingga cara ini harus dilakukan untuk mengatakan apa yang ingin dipikirkan agar tidak sampai terdengar. “Kau ...” Elsie melototinya. Natalia menyimpan ponselnya ke dalam tas selempang lagi, kemudian dia menyeringai pada Elsie. Senyuman ramah tadi seolah hanya kedok untuk menunjukkan niatnya yang terselubung dan jahat. ***
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD