Bertemu Dia

1239 Words
Seorang perawat yang memandikan bayi baru lahir membuat kesalahan secara tidak sengaja. Perawat itu menyerahkan bayi wanita kepada keluarga yang salah. Selama beberapa saat sepasang suami-isteri merawat bayi perempuan tersebut sambil terus bolak-balik kerumah sakit untuk menanyakan bayi laki-laki mereka. Pihak rumah sakit juga cukup kesulitan mencari data keluarga kandung sibayi karena hal itu terjadi begitu cepat. Setelah kurang lebih satu bulan barulah pihak rumah sakit berhasil melacak keberadaan bayi laki-laki dan orang tua kandung si bayi perempuan. *** *Sahilla Pov* Namaku Sahilla Anastasia. Orang-orang biasa memanggilku Shilla katanya lebih gampang. Aku lahir ditengah keluarga yang biasa biasa. Kehidupanku cukup rumit dari kecil ibu tidak begitu menyayangiku, dia sering membandingkan aku dengan anak lain yang bahkan aku juga tidak tahu anak siapa. "Ehh dulu tuh waktu bayi Si Shilla pernah ketuker gitu kan ya sama bayi yang cowok bu ibu" Ucap Bu Irma salah satu tetangga depan rumahku. "Iya kok bisa ya sampe kaya gitu, masa gak bisa bedain bayi laki-laki sama perempuan" Ucap ibu ibu yang lain. Aku cukup sering mendengar desas desus itu dari mereka yang sering membicarakannya saat membeli sayuran mang ujang penjual sayur keliling yang biasa mangkal didepan rumah. Aku sempat menanyakan kebenaran tentang hal itu pada ayah dan ibuku. Sampai akhirnya aku paham ternyata ibuku lebih menyayangi bayi itu dari pada aku. *** "Shill buruan kita udah telat nih" Teriak Icha. "Iya sabar" Aku segera keluar dengan terburu buru. Ica adalah satu satunya sahabatku. Aku mengenalnya 2 tahun lalu ketika kami keterima bekerja ditempat yang sama. Sejak saat itu kami bersahabat dan aku tinggal dirumahnya. Kebetulan ayah dan ibunya tinggal diluar negri dan Icha hanya sendirian di Jakarta. "Nanti malem aku mau jalan sama Theo kamu ikut yaa" Ucapnya antusias. "Dihh ogah ngapain banget ngeliatin orang pacaran mending tidur" Jawabku ngasal. "Gak papa dong siapa tau aja nanti ada temennya Theo yang single juga kan" Ucapnya kekeuh. "Malesss! Lagian aku kan harus pulang, ayo buruan telat nih, katanya tadi nyuruh cepet cepet sekarang malah ngajakin ngobrol" "Sesekali gak pulang gak papa kali" Bujuknya. "Gak bisaa aku kangen ayah sama ibuku disana" Ucapku sambil terus berjalan ke arah mobil Icha yang terparkir didepan rumah. Setiap weekend Icha selalu pergi dengan kekasihnya. Aku belum pernah bertemu dengan Theo karena setiap weekend aku pulang ke Bandung. Sepertinya dia laki-laki yang sangat baik dan romantis bahkan setiap pagi Theo selalu mengirim bunga ke rumah untuk sekedar menyemangati Icha. Sesampainya dikantor aku duduk dan mengurus pekerjaanku. "Kerja woy main hp mulu tar kena tegur si bos" Bisik ku pelan. "Ssstt bentar doang" Ucap Icha. Mejaku dan Icha bersebalahan kita juga bekerja didivisi yang sama. Itu sebabnya kemana mana selalu berdua seperti anak kembar. Sepulang kantor aku langsung packing dan bersiap untuk pulang ke Bandung. "Jadi berangkat sekarang?" Tanya Icha menghampiriku. "Jadi dong ayah pasti udah nungguin" Ucapku senang. Biasanya setiap malam minggu ayah akan menungguku didepan rumah untuk menyambutku. Berbeda dengan ibu yang seperti tak pernah mengharapkan kehadiranku. "Aku pergi ya" Pamitku pada Icha. "Okey hati hati bestie kapan kapan aku ikut deh ke Bandung" Ucap Icha sambil memeluk. "Iyalah harus banget, pokonya nanti kita keliling Bandung" Aku bergegas turun saat mendengar klakson taksi online yang ku pesan. "Non Sahila?" Tanya pak supir. "Iya pak ayo jalan" Ucapku . "Byee hati hatii" Teriak Icha saat taksi melaju. Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama akhirnya aku bisa melihat keindahan kota kembang. Brukkk Tiba- tiba sebuah mobil menubruk taksi yang ku tumpangi dari belakang. Pak sopir turun untuk mengecek mobilnya. Ternyata ada lecet dan sedikit penyok. Karena begitu lama akhirnya aku ikut turun untuk sekedar melihat. Pengemudi mobil belakangpun ikut turun dan meminta maaf juga memberikan sejumlah uang untuk memperbaiki kerusakan tersebut. Selesai urusan mobil pak supir kembali melajukan taksi. Aku meminta berhenti didepan sebuah minimarket untuk sekedar membeli perlengkapan yang aku butuhkan. Setelah cukup lama berada di minimarket aku selesai berbelanja dan kembali ke taksi. Taksi melaju kembali hingga tiba dipekarangan rumah yang selalu ku rindukan. Terlihat ayah begitu semeringah menyambutku. "Ayah kenapa ayah nunggu disini, angin malam tidak bagus untuk kesehatan ayah" Ucapku menghampiri ayah. "Tidak apa hanya sebentar" Ucap Ayah mengulas senyum. "Ya sudah ayo masuk, ibu mana yah?" Tanyaku ketika tak mendapati sosok ibuku didalam rumah. "Sedang pergi dengan Elang, mungkin sebentar lagi kembali" Ucap ayah. Aku berpikir sejenak mendengar nama Elang, namanya terdengar begitu asing ditelingaku. "Elang siapa yah?" Tanyaku penasaran. "Eeu itu anu yang dulu pernah tertukar dengan kamu sewaktu bayi" Jawab ayah gelagapan. "Ooh, yasudah Shilla bersih bersih dulu Yah!" Aku masuk ke kamar dan membersihkan diri. Beberapa saat kemudian terdengar suara deru mobil, mungkin ibuku pulang. Aku bergegas keluar kamar, sementara ibu sudah membuka pintu dan berjalan masuk diikuti seorang pria dibelakangnya. Dari kejauhan wajahnya tidak terlalu jelas. "Ayo nak sini sayang kamu masuk dulu ibu buatkan minum ya" Ucap ibu mempersilahkan pria itu masuk. Aku sedikit kesal melihat pemandangan tersebut, ibu tak pernah seramah dan selembut itu padaku. Bahkan saat ini ia juga belum menyapaku meskipun dia tahu aku sudah datang. Ia malah sibuk membuatkan minum dan membawa beberapa toples cemilan untuk pemuda itu tanpa menghiraukan aku sedikitpun. "Terimakasih bu" Ucap pemuda itu. "Loh itu siapa bu?" Tanya Elang melihat ke arahku. "Oh itu Shilla anak ibu yang dulu pernah tertukar denganmu" Jawab ibu. "Boleh aku kenalan dengannya?" Tanya Elang lagi. "Shilla sini kamu " Panggil ibu sinis. Entahlah salahku apa, tapi ibu memang selalu bersikap seperti itu kepadaku. Aku berjalan ke arah keduanya tanpa berkata apapun. "Kamu?" gumamku saat menyadari laki-laki itu ternyata orang yang tadi sempat menubruk taksi yang aku tumpangi. "Hey kenalin aku Elang" Ucapnya sambil mengulurkan tangan. "Shilla" Jawabku singkat. "Jangan cemberut nanti cakepnya luntur" Godanya sambil menatapku. "Apaan sih" Aku cuek dan tak begitu menanggapinya. Meskipun sebenarnya aku tahu dia sedang berusaha mengakrabkan diri denganku. Ditempat lain Icha sedang menghabiskan waktu bersama kekasihnya, mereka diner disebuah restoran yang cukup terkenal di Jakarta. "Kamu mau pesen apa yang?" Tanya Theo. "Kamu ko masih nanya aja sih, lupa makanan kesukaan aku apa?" Ucap Icha kesal. "Oke sorry, kamu gak perlu marah marah gitu dong sayang" Ucap Theo lembut. "Abisan kamu tuh nyebelin masa kaya gitu aja lupa" Gerutu Icha. "Aku bukannya lupa, cuman siapa tahu kamu lagi pengen makan yang lain atau apa gitu" Jawab Theo. "Alasan" Ucapnya jutek. Theo lebih memilih diam dan mengalah dengan Icha, jika diteruskan pun perdebatan itu tidak akan ada gunanya. Entah kenapa akhir-akhir ini sikap Icha memang sedikit berubah. Dia menjadi lebih sensitif dan cepat marah. Pedahal biasanya Icha selalu membanggakan kekasihnya itu. Tapi belakangan semuanya jadi berbalik. Terakhir Icha bilang kalau Theo mulai cuek dan kurang perhatian. Drrtt...Drrtt Ponsel Shilla bergetar. Shilla: "Hallo kenapa?" Icha:" Ih sumpah ya aku kesel banget sama Theo, sekarang tuh dia cuek gak perhatian kaya bodo amat gitu ke aku" Cerocos Icha ditelepon. Shilla:"Aduh apa sih ko malah langsung ngomel bukannya salam dulu ke apa gitu" Icha: "Ah bodo amat pokonya aku lagi kesel" Shilla:" Masa sih dia kaya gitu? Bukannya dia paling perhatian ya selama ini?" Icha :"Tau ah nyebelin pokonya " Shilla:"Yaudah kamu sabar dulu, siapa tau cuman perasaan kamu aja" Icha:"Ih kamu ko malah belain dia sih" Shilla:"Engga gitu" Icha :"Sudahlah, aku mau tidur bye" Icha memutuskan sambungan Teleponnya. "Kenapa sih ko jadi marah marah gitu dia" Gumamku heran. Icha memang terkadang sangat manja mungkin Theo hanya sedang jengkel. Semoga saja hubungan mereka berdua baik-baik saja. Karena biar bagaimanapun hubungan mereka sudah berjalan cukup lama, sayang sekali jika harus berakhir hanya karena salah paham.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD