130. Cara Balas Dendam Effren

1111 Words

"Ada apa dengan wajah kaku itu?" Effren benar-benar mengajak Felix pergi ke diskotik dewasa milik Alfred Mussolini. "Kau belum pernah pergi ke diskotik?" Effren berbisik dengan nada mencemooh adik lelakinya yang ia sikut tulang iganya. Felix menyeringai tipis, memutar bola matanya mendelik pada Effren, "Cepat selesaikan pekerjaanmu, aku tidak suka menyentuh barang bekas!" Effren terkekeh rendah mendengar perkataan Felix, mereka melangkah ke arah meja bar. "Apakah kalian memiliki stok gadis peraw4n?" tanya Effren sangat tengil melirik Felix yang menggelengkan kepala samar, mendengkuskan napas kasar keluar. "Kami punya beberapa. Kami juga memiliki primadona yang jauh lebih pinter memu4skan pria daripada gadis peraw4n." Effren mengedarkan pandangannya ke sekeliling, dimana banyak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD