Luciano membopong Zeze, membawanya ke kamar. Masih dinihari dan mereka berdua bisa mati kedinginan karena pakaian Luciano juga telah ikut basah dari memeluk Zeze. Setidaknya Luciano yang kedinginan, Zeze tetap merasakan darahnya sangat panas membara dalam tubuhnya. "Ganti pakaianmu, lalu kita berdoa pagi bersama." bisik Luciano seraya memberikan kecupan ke pipi Zeze yang mengangguk cepat. Zeze mengambil pakaian kering untuk ia bawa masuk ke dalam kamar mandi, tapi baru saja gadis muda itu melepaskan pakaian bagian atasnya yang melekat ketat, sebuah lengan besar berbulu maskuln melingkari pinggangnya dari belakang. "Paman ..." tenggorokan Zeze tercekat memanggil Luca yang merundukkan wajah ke pundaknya dan semakin mengeratkan lengan memeluk. "Kau akan sembuh! Dengarkan paman, oke?

