Drt...Drt...Drt...
Suara getaran ponsel Zara mengganggu tidurnya. Zara membuka matanya dan melihat ternyata notifikasi pengingat.
Hari Valentine
"Hari Valentine? Gara-gara notifikasi ini tidurku terganggu. Kenapa harus jam 1 sih notifikasi nya!! dasar memo pengganggu. " Ketus Zara. Ia pun kembali melanjutkan tidurnya.
Pagi pun tiba Zara terbangun seperti biasanya, ia menyelesaikan pekerjaan Rumahnya karena hari ini adalah Hari Valentine jadi di liburkan. Aneh sih Hari seperti ini di liburkan akan tetapi Ketika Tahun Baru Islam (1 Muharram) tidak di liburkan.
POV Ryan
Hari ini Aku hanya sibuk bermain game dengan teman ku, Reno dan Rey.
"Yan, kamu kok santai banget nggak kepikiran apa gitu?" tanya Reno
"Mikir apa Ren?" jawab Ryan polos sambil tetap memainkan gamenya.
"Kan hari ini Hari Valentine, hari kasih sayang." Tutur Rey
"Emang iya?"
"Wahh, temen kita kuno." Ledek Reno
"Emang kenapa kalau hari Valentine?" tanya Ryan
"Ya kasih kado lah sama pasangan nya kalau nggak gitu ngedate bareng. Kamu malah asyik main game." jelas Reno
"Hmm.. Zara aja nggak ngajak keluar tuh."
"yaa gengsi lah.. Disini kita para laki laki harus memiliki indra kepekaan yang tajam." Tutur Reno
"Itu jadi indra ke berapa?" tanya ku sambil tertawa
"ke tujuh, kan indra ke enam nya sudah di Rey. " Ledek reno di iringi tawa nya
"hmmm.." sahut Rey cuek
"hahaha.. jangan ngambek dong Rey, nanti kamu kayak cewek lo. Pasti dikit dikit ngambek. " canda ku pada Rey
"Iih najis. " jawab Rey singkat di iringi tawa dari Ryan dan Reno
"Kok Zara mau yaa sama cowok yang nggak pernah peka? kalau aku jadi Zara sudah langsung aku putusin sejak lama." Ujar Reno
"iya bener tuh, udah peka enggak eh pengertian juga enggak." Tambah Rey
"Tapi untung nya kalian bukan Zara." Ucap Ryan singkat
Ryan tertawa puas melihat Reno dan Rey diam. Sekali kali lah iseng sama teman sendiri.
Dalam hati Ryan juga sedang berfikir.
"Kalau hari valentine adalah hari kasih sayang aku sih mau - mau aja beli hadiah untuk Zara, tapi dalam islam Hari Valentine tidak di perbolehkan. Kok jadi aku sendiri yang bingung sih." Batin Ryan
"Kenapa lo yan? Kok diam aja?" tanya Reno yang sesekali melihat Ryan
"Nggak ada papa." Jawab Ryan singkat
"Kamu lagi mikir kado yaa buat Zara?" goda Rey
"iya sih, kira-kira apa yang cocok." Tanya Ryan
"Sepatu? Baju? Jilbab? Atau rumah sekalian." Ucap Reno dengan tawa nya
"Kalau rumah nanti aja kalau Sudah nikah hehehe." Jawab Ryan
"yaa kalau beneran nikah, kalau enggak nikah gimana?" Ketus Rey
"Sama temen doa nya yang baik - baik dong." Ujar Ryan
"iya-iya baik." Sahut Reno
Mereka bertiga tertawa Bersama.
"Jadi apa kadonya?" tanya Ryan lagi
"Boneka gimana?" tawar Rey
Ryan berdiri meninggalkan Rey dan Reno yang masih bermain mobile legends.
"Yan lo mau kemana?" tanya Reno
"Eh, lo mau kemana yan?" lanjut Rey yang melihat Ryan berjalan menuju tempat tidur nya
"Mau jadi pacar yang punya indra ke tujuh." Jawab Ryan
"Nah gitu dong peka, laki - laki kok nggak peka." Goda Rey
sesampainya di kamar, Ryan mencari celengan nya dan menghitung uang tabungan nya. setelah di rasa cukup ia menghampiri Reno dan Rey.
"Kamu abis ngapain? " tanya Reno
"Harga boneka itu berapa ya? " tanya Ryan
"Kamu mau beli boneka yang kecil atau yang besar? " tanya Rey
"Yang sekiranya uang ku cukup. " jawab Ryan
"Kalau gitu, ya kita harus ke toko nya dulu." jelas Reno
"yaudah yuk," ajak Ryan
"Kemana? " tanya Rey
"ke toko nya dong beli boneka." jelas Ryan
"Iyaudah, ayo."
*~*~*~
POV Zara
Setelah pekerjaan rumah selesai, Zara berbaring di kamar tidurnya sesekali memainkan ponselnya. Ia menunggu Ryan membalas BBM nya.
"Ryan kemana sih.. hari valentine juga malah di tinggal." Ketus Zara dalam hati
Ketika jenuh menunggu balasan dari Ryan, Zara memutuskan untuk menonton film.
Tanpa Zara sadari, ia sudah tertidur hingga sore hari
Ting..ting..ting...
Suara dering ponsel Zara membangunkannya. pertanda ada pesan masuk.
"Maaf ya aku tinggal satu hari tadi." Tulis Ryan
"iyaa nggak papa. Emang kamu darimana?" Tanya ku
Tidak begitu lama, Ryan menelpon
Drt..drt..drtt...
"Assalamualaikum sayang.." ucap Ryan
"Waalaikumsalam sayang, kamu dari mana sih?" tanya ku
"hehehe, tadi main aja sama Rey dan Reno." Jelas nya
"Main apa?" tanya Zara ketus
"Main game lah biasa gamers." Jawab Ryan di iringi tawanya
"iya gamers, tapi nggak satu hari juga kali yang." Ketus ku
"Iya maaf-maaf sayang." ujar Ryan menenangkan
"Kamu abis bangun tidur yaa?"
"Iya."
"selamat Hari Valentine sayang.." ucap Ryan
"Hah?"
aku sangat terkejut mendengar perkataan Ryan.
"Apa nya yang hah sayang?"
"Orang sedingin es seperti Ryan bisa mengucapkan Hari Valentine?" batin Zara
Zara cengengesan mendengar ucapan Ryan
"Ya emang nggak boleh ngucapin nya?"
" Boleh kok yang, justru sangat boleh."
"Kok nggak ngucapin balik?"
"Oh iya lupa, selamat Hari Valentine juga sayang.. tambah sayang aku lagi yaa." Ucap Zara dengan manja
"Iya, itu adalah tugas ku saat ini."
Ryan dan Zara masih sibuk ngobrol lewat telpon nya.
~*~*~*
Malam pun tiba, Seusai Sholat Isya' Zara masuk ke dalam kamar nya. Tiba-tiba ponsel nya berbunyi.
"Sayang, kamu keluar sekarang. Aku sudah di depan rumah." Pinta Ryan
Zara berjalan menuju jendela nya dan melihat ternyata Ryan sudah duduk di bangku teras taman di bawah pohon.
"Iya aku turun sekarang." Ujar Zara
Zara berjalan keluar rumah dan menghampiri Ryan
"Sayang kamu ngapain malam-malam kesini lagi?"
"Emang nggak boleh?" tanya Ryan
"Boleh kok, jadi ke sini mau ngapain yang?" Tanya Zara
"Nih..." Ryan menyodorkan Boneka kecil berwarna Pink dengan tulisan 'I Love You' pada Zara
Zara terkejut dan sangat Bahagia melihat boneka cantik di depan nya, dan itu pemberian dari Ryan.
"Untuk aku?" tanya Zara dengan mengambil Boneka dari tangan Ryan
"Iya."
"Wow... bagus sekali sayang aku sangat suka."
"Bagus deh kalau suka."
Zara memeluk boneka pemberian dari Ryan. Malam itu pun adalah malam yang sangat membahagiakan bagi Zara, dan malam bersejarah bagi mereka berdua.