bc

Cinta Terhalang Restu

book_age16+
8
FOLLOW
1K
READ
drama
sweet
serious
mystery
like
intro-logo
Blurb

Muazara adalah seorang siswi yang masih duduk di bangku SMP. Saat itu ia sudah di akhir tahun kelulusannya.

kisah ini menceritakan tentang perjuang seorang laki laki dan perempuan yang mencoba mendapatkan restu dari kedua orang tua nya namun semua itu sia-sia.

Ryan kekasih Zara berusaha menyakinkan zara, seiring berjalan nya waktu keyakinan zara mulai memudar.

Zara dan Ryan mencoba untuk bertahan demi mendapatkan sebuah restu. sudah 3 tahun mereka bertahan meski dalam hubungan tersebut kadang putus dan nyambung.

akankah Zara dan Ryan bisa bersama hingga ke pelaminan? ataukah hubungan mereka akan kandas setelah 3 tahun lamanya mereka berjuang?

chap-preview
Free preview
PISAH
"Zara.." perempuan cantik itu menoleh melihat orang yang memanggil namanya, Nana. Nana adalah sahabat Zara di antara enam teman nya yang lain. Zara merasa hanya Nana lah yang mengerti dirinya. "Iya mbak, ada apa?" jawab Zara "Kamu sama Ryan udah baikan belum?" "Belum mbak." Jawab Zara dengan lemas "Apa Orang tua Ryan masih belum menyukai mu?" tanya nya memastikan "Sepertinya belum mbak, aku bingung harus gimana lagi. Ini sudah ke tiga kalinya ada masalah dengan Orang tua Ryan. Aku sudah menyarankan Ryan untuk putus saja, tapi dia menolak mbak." "mungkin Ryan sudah terlanjur sangat mencintai mu terlalu dalam Ra, jadi jangan paksain Ryan juga untuk menjauh dari kamu." Tutur Nana "tapi mbak, aku juga tidak ingin melihat Ryan tidak patuh sama Orang tua nya." "kenapa serumit ini ya Allah? Kenapa sekarang orang tua nya ikutan juga? Kan kamu juga nggak pacaran, bahkan belum mikir ke jenjang pernikahan juga tapi kenapa sudah ingin di pisahkan." Zara terdiam mendengar penjelasan Nana. karena yang dikatakan Nana pun ada benarnya. Ia sendiri belum memikirkan untuk akan segera menikah tapi kenapa malah sudah ingin di pisahkan. Lamunan Zara terhenti saat melihat Nana menarik tangan nya, Nana menggandeng Zara duduk di dalam kelas karena guru sudah berada di kelas. Saat pelajaran pun di mulai, Zara hanya diam dan mencoret coret buku nya sembari memikirkan permasalahannya dengan Ryan. Ia berfikir bagaimana mencari solusi untuk masalah ini, sudah satu jam pelajaran ia belum juga menemukan solusi yang terbaik. Sesampainya di rumah, Zara merebahkan tubuhnya di Kasur kesayangan miliknya dan tentu masih dalam fikiran yang sama. Ia pun menyadari jika sebenarnya ia Lelah karena terlalu memikirkan masalah ini, akhirnya ia pun tertidur. Jam menunjuk kan pukul 4 sore, ia terbangun dari tidurnya, lalu ia bergegas mandi dan makan siang, karena setelah pulang sekolah ia belum makan siang. Zara masih menunggu Ryan pulang sekolah.ia berharap agar masalah ini bisa terselesaikan dengan baik. Sembari menunggu Zara menonton film kesukaan nya di youtube. Drrtt...drtt... terdengar Suara dering ponsel Zara. lalu ia pun membuka ponselnya dan melihat ternyata ada pesan masuk dari Ryan. "Bawell? " "iyaa Bawell.." jawab Zara "kamu masih memikirkan masalah orang tua ku yaa?" tanya Ryan "iya Baa, Jadi menurut kamu sendiri bagaimana? Aku harus apa? Aku bingung." Jelas Zara "Well sudah yaa, nggak usah terlalu di pikirkan. Aku nggak mau lihat kamu terlalu banyak pikiran terus nanti kalau kamu sakit bagaimana?itu tidak baik bawell. " "bagaimana aku tidak memikirkan ini semua? orang tua mu saja bahkan tidak menyukai hubungan kita Baa, " balas Zara menahan emosi nya. "yaudah lah, biarin saja. Aku mau mandi dulu kamu jangan terlalu memikirkan ini semua ya. biar aku saja yang mencari solusi nya." "iya." ucapnya lirih *~*~*~ Sudah tiga hari berlalu masalah ini pun belum juga terselesaikan. Zara merasa jika Ryan telah berubah semenjak datangnya masalah ini. Ia sama sekali sudah tidak seperti biasanya, yang selalu memberikan perhatian dan ucapan manis setiap harinya. Kini Ryan tidak seperti yang dulu. Ryan mulai menjauhi Zara perlahan, ia pun jarang memberinya kabar. "Bawell kamu kenapa sih kok tiga hari ini sepertinya kamu mengabaikanku? Aku salah apa? Jika kamu memang ingin kita udahan, yaudah okee aku terima, tapi bukan gini caranya." isi pesan Zara untuk Ryan. satu jam pesan itu terkirim, tapi belum juga mendapat balasan dari Ryan. Ia masih menunggu satu balasan saja darinya mengapa begitu lama. Sungguh ini sudah berubah. Drtt..drttt... Zara membuka ponsel miliknya dan membaca isi pesan balasan dari Ryan. "sebentar well, aku mau main game." "kamu ini sudah tiga jam main game, apa kamu nggak capek?" "Enggak." Jawab Ryan dingin "Aku tau kamu sedang menghindari ku. Tapi bukankah lebih baik kamu bicara daripada diam seperti ini? Aku nggak mau diabaikan. Kalau kamu izin bermain game aku izinkan, tapi ini sudah tidak seperti biasa nya." balasku Setelah pesan terkirim, Ryan sudah membaca nya dan ia pun langsung mengetik balasan. "semoga baik-baik saja yaa Rabb..." guman ku dalam hati Drtt... Drtt.. Pesan dari Ryan pun masuk "Aku sadar aku masih kecil, dan aku ingin kita PUTUS. Aku sadar di usia ku saat ini aku masih belum bisa membahagiakanmu, maafkan aku Zara. orang tua ku benar mereka ingin kita putus karena mereka takut kita akan menikah di usia muda." jelas Ryan Penjelasan Ryan membuat Zara terkejut sekaligus kecewa. Ia tidak menyangka jika Ryan berfikir tentang dirinya serendah itu. "apakah kamu berfikir aku akan mengajak mu untuk menikah di usia sekarang? Aku juga tau kita masih sekolah dan aku pun belum memikirkan untuk menikah. Tapi kamu seolah olah menuduhku untuk ingin di nikahi di usia sekarang. Aku kecewa sama kamu Ryan. Kamu berfikir tentang diriku terlalu jauh." "bukan seperti itu maksudku, kamu jangan salah paham. Intinya aku sadar bahwa aku belum bisa membahagiakan kamu. Jadi mulai sekarang kita resmi PUTUS. Tiada kata sampai jumpa sayang." Balasan dan penjelasan dari Ryan membuat hatiku hancur, air mata ku yang dari tadi ku tahan akhirnya membasahi pipiku. Aku menangis melihat keputusan Ryan yang memutuskan hubungannya dengan ku dan aku pun menerima keputusan Ryan. Mungkin ini adalah cara terbaik untuk kami. "baiklah aku terima keputusanmu. Tiada kata sampai jumpa sayang." "semoga kamu mendapatkan seseorang yang lebih baik dari aku." Ucap Ryan "semoga kamu juga." Balas Zara Akhirnya malam itu adalah malam kesedihan bagi Zara dan Ryan. Zara menangis hingga berjam-jam hingga ia tertidur. Ternyata kehilangan orang yang paling kita cintai sangatlah menyakitkan. Seperti ada yang sedang menusuk hati, namun bukan pedang melainkan terpisahnya Aku dan kamu dalam sebuah hubungan. Ke esokan harinya, Zara terbangun dari tidurnya lalu melihat jam menunjukkan masih pukul 05.12 pagi. "biasanya Ryan akan membangunkan ku di jam ini, tapi sekarang dia sudah memutuskan hubungan nya dengan ku. dan aku harus terima keputusan Ryan." Batin Zara Tanpa Zara sadari air mata nya Kembali menetes, sejujurnya ia sudah Lelah untuk menangis akan tetapi air mata ini sama sekali masih tetap ingin menetes. Mata Zara sudah sembab dan bengkak mungkin akibat ia menangis semalam, dan sekarang masih menangis lagi. Ia tidak bisa mengendalikan hatinya yang hancur karena Ryan. Tanpa Zara sadari ia sudah Kembali tertidur. Mungkin cara untuk menenangkan hati yang sakit dan kecewa adalah tidur.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.0K
bc

TERNODA

read
199.1K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.9K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.9K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.3K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
66.7K
bc

My Secret Little Wife

read
132.3K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook