DIA KEMBALI

596 Words
Pagi ini menjadi pagi yang gelap untuk ku karena kepergiannya. Pagi yang selama ini cerah merekah kini telah berubah menjadi gelap gulita, tidak terlihat apapun bahkan bintang pun tak terlihat. Jam menunjukkan pukul 7 pagi, Zara kembali terbangun dari tidurnya. Ia ingin hal yang terjadi semalam hanyalah sebuah mimpi, akan tetapi semua itu kenyataan yang harus di terima. Zara melihat ponsel miliknya di sebelah meja, dalam hati Zara berkata, "setiap aku bangun tidur hal pertama yang selalu ku ambil adalah ponsel, untuk melihat Ryan membangunkanku lewat telpon nya. Tapi sekarang kita sudah berpisah pasti Ryan tidak akan menelpon ku bahkan mungkin tidak akan mengirim pesan lagi." "Zara.... Bangun..." teriakan Ibu memudarkan lamunan ku. Zara beranjak dari tidurnya dan meninggalkan ponsel miliknya. Daripada kesedihan ini semakin berlarut alangkah baik nya jika ia menyelesaikan tugas nya di rumah. Setelah tugas rumah nya selesai, Zara enggan memegang ponselnya. Ia melihat jam dinding nya menunjukkan pukul 9 pagi. "kalau aku buka ponsel pasti akan teringat kenangan dari Ryan, tapi jika aku tidak mulai terbiasa aku akan di hantui tentang nya." guman Zara dalam hati Akhirnya Zara pun memutuskan untuk membuka ponsel miliknya. "Baiklah sekarang aku akan membuka ponsel ku, Jika Ryan menghubungi ku atau tidak aku tidak peduli karena dia sendiri yang menginginkan kita putus. Jadi aku harus bisa. Semangat Zara." Ucap Zara meyakinkan dirinya sendiri. Baru saja ia membuka ponsel miliknya sudah ada beberapa pesan yang masuk, dan itu dari Ryan. "sayang..aku sadar aku nggak bisa jauh-jauh dari kamu. kamu masih mau kan jika Bersama ku? Aku benar-benar-bener nggak bisa kehilangan kamu Zara." Pesan pertama di jam 6 pagi. "Zara oh ayolah jawab pertanyaaan ku sayang. aku menunggu jawaban pesan darimu. Sungguh rasanya jauh darimu adalah kehilangan terberatku." Pesan kedua di jam 7 pagi. "apakah kamu ingat dulu aku pernah berkata, jika suatu saat aku akan Kembali padamu? Sudi kah kamu menerima ku kembali? Aku akan kembali disaat yang tepat dan dengan usia ku yang sudah tepat." Pesan ketiga di jam 8 pagi. Zara yang membaca isi pesan tersebut terharu, air mata Zara sungguh tidak bisa di bendung lagi. Ia merasa sangat bersyukur karena melihat Ryan mencintai nya sedalam ini. Tapi apakah karena cinta kita juga harus mengorbankan rasa? Apakah ini sebuah pengorbanan? Sungguh yang ku tau dia ingin kembali. Entah kapan itu terjadi. Belum sempat Zara membalas, Ryan sudah mengirim pesan lagi. "Hai.." sapa Ryan. Zara hanya tertawa melihat pesan terakhir Ryan. Ia tau pasti Ryan sedang menunggu jawaban dari nya. "iya.. aku akan menerima mu kembali ketika kamu hadir dalam hidup ku lagi. Sungguh kehilangan mu juga bukanlah kemauan ku juga. Tapi ini adalah jalan terbaik bagi kita berdua, Maafkan aku Ryan. " Jawab Zara "Really? aku Bahagia lebih bahagia ketika memiliki wanita seperti mu." Ujar Ryan "Semangat untuk masa depan mu." "hmm.. bagaimana kalau kita menjalin hubungan diam-diam, apakah kamu setuju?" tanya Ryan "aku tidak yakin Ryan. Walaupun hubungan ini di jalani secara diam-diam mereka semua akan tetap tau. " tanya ku "iya aku tau. Tapi kalau kamu setuju sih aku menerima dengan senang hati, kalaupun tidak setuju pun nggak masalah." "aku tidak bisa menolak itu, karena keinginan mu adalah perintah bagi ku." Aku menertawai diriku sendiri, bagaimana tidak belum juga resmi balikan tau-tau nya sudah nge gombal. "jadi kamu mau menjalin hubungan lagi denganku? Diam-diam saja tanpa ada orang lain yang tau?" tanya Ryan. "iya, aku mau." Jawab Zara. Akhirnya Zara dan Ryan Kembali menjalin hubungan seperti sedia kala. Hubungan yang sudah berjalan kurang lebih hampir dua tahun kini kembali berlanjut. Meskipun hubungan ini diam-diam dan tidak di ketahui banyak orang selain teman dekat kami.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD