Ujung senjata serentak diarahkan ke arah semak-semak yang gelap, jari-jari di pelatuk sudah siap menarik jika ada gerakan mencurigakan. Suara itu kembali terdengar, kali ini lebih dekat namun tetap tenang, seolah tidak terganggu oleh ancaman yang diarahkan padanya. “Turunkan senjata kalian. Jika aku ingin menjebak, pasukan Reza sudah ada di sini sejak tadi,” kata suara itu lagi. “Aku datang sendirian, dan aku tahu jalan yang tidak tercatat di peta militer mana pun jalan yang tidak bisa dideteksi oleh alat apa pun selama ini.” Kolonel Bayu mengangkat tangannya sedikit, memberi isyarat agar anak buahnya tetap waspada namun tidak langsung menembak. Sebagai perwira yang sudah lama bertugas, ia tahu betul bahwa dalam situasi terjepit seperti ini, sering kali pertolongan datang dari tempat yan

