Nyawa & Pengejaran

1901 Words

Suara benturan keras kembali terdengar, kali ini disertai gesekan logam menembus tirai air yang mengalir deras. Cahaya lampu sorot tembus masuk, membelah kegelapan gua dan menciptakan bayangan-bayangan yang bergerak tak menentu di dinding batu. Jantung setiap orang berdegup kencang, seolah ingin melompat keluar dari rongga d**a terjebak di ruang sempit, dengan nyawa Satria yang tergantung tipis dan musuh yang sudah berada di ambang pintu. “Tetap tenang! Jangan bergerak sembarangan!” bisik Kolonel Bayu dengan nada rendah namun tegas, matanya mengamati celah-celah masuk sambil memegang senjatanya siap pakai. “Danu, bantu aku menutup pandangan mereka sebisa mungkin. Arga, tunjukkan apakah ada celah lain di gua ini yang bisa dimanfaatkan jika keadaan memburuk.” Arga mengangguk cepat, matanya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD