Bunyi benturan demi benturan menggema di sepanjang terowongan, seolah memukul langsung ke jantung setiap orang yang bersembunyi di dalamnya. Kayu penyangga pintu berderit keras, serat-seratnya mulai retak menahan tekanan dari luar. Waktu terasa berjalan lebih cepat dari detak jantung mereka sendiri setiap hentakan berarti jarak antara mereka dan penangkap semakin menyempit. “Mereka akan menerobos masuk dalam waktu kurang dari lima menit!” seru Kolonel Bayu sambil memeriksa kekokohan pintu besi yang mulai bergeser sedikit setiap kali dipukul. “Kita tidak bisa bertahan di sini lagi. Semua orang, bersiap bergerak masuk ke dalam!” Tanpa menunggu perintah diulang, Arga dan Danu segera mengangkat tandu Satria kembali. Tubuh pria itu masih terasa panas membara, namun ia kini terlelap dalam kead

