10. Saguna Malang.

681 Words
"Cacing di perut aku udah pada demo" pintanya dengan wajah memelas. "Ok sebentar biar aku ambilkan" jawab Kanza bergegas menuju dapur. "Ini" di serahkannya satu porsi nasi goreng beserta air putih hangat ke hadapan Dzaky. "Makan yang banyak biar kuat ngadepin kenyataan" sambungnya lagi. "Aku selalu kuat kali Za kalau cuma ngadepin kenyataan. Asal jangan ngadepin kenyataan kamu nikah sama orang lain aja" ucapnya tanpa mengalihkan pandangan dari piring nasi goreng. "Dasar batu ess, gak cocok tau kamu itu ngegombal" "Ini tenapah dadi Deddy Om syama Tante saut-sautan? tadi syaja syuluh syuluh Guna diam, sekalang Guna syudah diam Deddy Om syama tante bicala telus" "Kamu kenapa jadi bocil kepo banget?" "Deddy Om kalau masyih panggil Guna bocil nanti Guna ndak mau kelja sama ladi" mulai pandai mengancam ternyata bocah ini. "Ehh jangan gitu dong kan kalau Deddy Om sama Ponakannya harus kompak" bujuknya "Tante, hayuk kita belangkat syekolah nanti Guna telambat" di tariknya tangan Kanza saat wanita itu masih sibuk membereskan bekas makan mereka. Kesal rasanya mendengar sang Om memanggilnya Bocil terus-terusan. "Ehh kok jadi ngambek" di garuk-garuknya kepalnya yang tidak gatal. "Sebentar ya sayang, Tante beresin ini dulu trus ngambil tas baru deh kita berangkat sekolah" "Kita naik mobil onyen ajah Tante, Guna ndak mahu syama Deddy Om. Nanti Guna di bilang bocil lagi". "waduh...beneran ngambek ini bocil, bisa susah gua mancing Kanza kalau umpannya kagak ada" batik Dzaky. "Ok ok Deddy Om minta maaf. Deddy Om janji gak akan panggil Guna bocil lagi, dan sebagai permintaan maaf nanti sepulang sekolah Deddy Om ajak Guna ke playground " "Benelan yaa Deddy Om danji ndak panggil Bocil ladi" matanya sudah membulat melirik tepat dimanik mata sang Om. "Beneran...Om janji" ucapnya sembari mengangkat jari kelingking. "Awasyy kalau boong. Nanti juda Guna mahu mainnya lama, mahu cali wewek dulu. Deddy Om ndak boleh ganggu ya" "Ehh apaan ini anak kecil mau cari cewek" tanya Kanza heran. Saat baru kembali mengambil tas dia langsung di suguhkan dengan percakapan tak berguna Om dan Keponakan itu. "Ndak apah apah, tadi Deddy Om danji mahu ajak Guna main ke playground " bisa aja ini bocah ngelesnya. "Yaudah yuk berangkat udah hampir jam 7 loh, jarak ke sekolah kamu lumayan jauh dari sini". "Guna, ini minum vitamin dulu biar semangat sekolahnya" ucap Dzaky. Setelah mengantar Guna ke sekolah, Dzaky juga mengantar Kanza ke kafe setelah itu dia baru berangkat kerja. Hari ini jam 10 kebetulan ada rapat mengenai siapa yang menyabotase data perusahannya. "Pagi pak" sapa Kinara sekretaris Dzaky. "Pagi" jawabnya datar. Memang begitulah perlakuan Dzaky pada kebanyakan orang. Sifat aslinya yang humoris tidak bisa ditunjukkannya ke sembarang orang. Rapat di mulai pukul 10:00WIB dan baru selesai pukul 12:12WIB. Wajah yang pagi tadi terlihat segar dan sedikit ceria kini berubah dengan raut wajah yang memerah menahan amarah. Sepuluh tahun dia dan Agus bekerja sama untuk memajukan perusahaan ini, bahkan mereka sudah bersahabat sejak SMA tetapi apa yang Agus lakukan, dia berani sekali memberikan data perusahaan pada musuh. Dzaky berjalan gontai kearah kafe milik Kanza, duduk di tempat yang sama seperti pertama kali dia datang ke kafe ini. Memesan Kek Batik kesukaannya dan sebuah kopi hitam. "Kenapa Ky?" tanya Kanza, tentu saja gadis itu heran melihat raut wajah Dzaky yang lusuh tidak sama seperti pagi tadi. "Biasalah, masalah pekerjaan" jawabnya pendek. "Kayaknya kafe ini bakal jadi pelarian kamu kalau kamu lagi kesal" "Kenapa gitu?" "Soalnya setiap kamu datang kesini selalu saja muka kamu lusuh, seperti seorang bapak yang bingung ingin memberikan makan apa pada anaknya karna tak memiliki cukup uang". "Haha bisa saja kamu" "Ky...si Guna pulang sekolah siapa yang jemput kok sampai sekarang belum datang ya...hari ini kan dia ngambil Kek Batik buat mama". Kanza dari dulu memang sudah sangat dekat dengan keluarga itu, hanya saja masalah yang menimpanya 5 tahun lalu membuat dia tak bisa bertemu dengan orang-orang baik di masalalunya. "Apa..." kaget Dzaky. "Saguna siapa yang jemput Dzaky....kan tadi pagi kita yang antar dia ke sekolah" "Ya Allah...ponakan aku" Dzaky berlari kencang keluar kafe tujuannya parkiran kantor untuk mengambil mobil. "Ini aku gimana sih....Bisa lupa ponakan sendiri, Malah aku gak kasih tau supir sama susternya lagi".
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD