Gaun pemberian Ethan beberapa hari yang lalu, kini membalut tubuh Anya yang putih bersih. Membuat Anya tampak sangat cantik memesona dengan rambut hitam terurai dan riasan yang natural. Ia berdiri di depan pintu rumah Ethan, jantung berdebar-debar, menunggu pintu terbuka. Namun, kedatangan Karin, dengan gaum mewah, riasan tebal dan aura percaya diri yang menyilaukan membuat Anya kaget. “Kenapa dia di sini?” guam Anya dalam hati, kebingungan tergambar jelas di wajahnya. Ia tak menyangka akan kehadiran Karin, ia pikir ia hanya akan bertemu dengan kedua orang tua Ethan, tapi sepertinya mereka juga mengundang Karin. Karin menyadari tatapan Anya, ia pun menyeringai. “Heran aku ada di sini? Walau pun Ethan memilihmu sebagai calon istri, ingatlah, akulah pilihan orang tuanya,” ujarnya taja

