bc

Istri Kontrak Tuan Ethan

book_age18+
247
FOLLOW
2.4K
READ
dark
contract marriage
BE
family
friends to lovers
arrogant
badboy
heir/heiress
drama
tragedy
bxg
city
office/work place
substitute
like
intro-logo
Blurb

Rasa malu yang mendalam menghantui Ethan selama lima belas tahun, sejak Anya mempermalukannya di bangku SMA. Kini, mereka bertemu kembali dalam situasi yang tak terduga. Anya, terbebani masalah biaya rumah sakit ibu dan spp adiknya, terpaksa menerima pernikahan kontrak dengan Ethan, yang juga berada dalam tekanan untuk segera menikah. Di tengah kebencian dan keputusasaan, cinta mulai tumbuh. Tetapi, sebuah rahasia mengguncang segalanya. Anya adalah Anna, saudara kembarnya yang telah meninggal. Akankah cinta mampu mengatasi dendam dan misteri mengejutkan ini?

chap-preview
Free preview
Jeritan Hati Yang Terluka
Di lorong rumah sakit,terlihat seorang wanita muda yang basah kuyup. Napasnya terengal-sengal dan kedua tangannya gemetar sambil mendorong ranjang rumah sakit yang di atas ranjang tersebut ibunya terbaring lemah penuh darah. Yah, ibunya baru saja mengalami kecelakaan beberapa saat yang lalu. Wanita itu tak lain adalah Anya Aurelia, sosok wanita yang periang, pekerja keras dan pantang menyerah demi kebahagiaan ibu dan adiknya. Anya adalah punggung keluarga, ia bekerja di salah satu toko demi sesuap nasi. Namun, malam yang kelam ini, sosok wanita yang selalu kuat menghadapi badai kehidupan kini terlihat lunglai tak berdaya. Menghadapi kenyataan ibunya kecelakaan membuat dunianya tak berdaya. Wajahnya yang selalu cerah kini terlihat kusam dan sembab. “Bu, bertahanlah. Anya mohon, jangan tinggalkan Anya,” lirih Anya. Anya terus mendorong ranjang ibunya bersama dua perawat lainnya. Hingga akhirnya, mereka pun tiba di sebuah ruang UGD. “Maaf, Mba. Anda tidak boleh masuk. Sebaiknya anda menunggu di luar.” “Tapi aku ingin menemani, Ibuku,” lirih Anya memohon agar diberi kesempatan tetap berada di sisi ibunya. “Maaf, Mba. Ini sudah menjadi peraturan rumah sakit. Anda harus menunggu di luar. Jika anda masih ngotot masuk, kami tidak bisa mengambil tindakan pada pasien,” jelas perawat tersebut membuat Anya menghela lirih. “Baiklah. Aku akan menunggu di luar. Tapi, aku mohon, tolong selamatkan ibuku.” “Baik, Mba. Kami akan berusaha.” Setelah itu, perawat pun membawa Ibu Anya masuk ke ruang UGD. Dan tak berselang lama, salah satu dokter masuk ke ruangan tersebut dengan buru-buru. Anya duduk di kursi yang ada di dekat ruang UGD. Ia menunggu dengan perasaan cemas akan keadaan Ibunya di dalam sana. Ia terus berdoa akan keselamatan Ibunya. Hingga suara petir menyambar di luar sana membuatnya kaget. “Ya, Allah. Lindungilah ibuku,” batinnya. Ia semakin cemas menunggu di luar, ditambah suasana di luar rumah sakit yang juga cukup mencekam. Satu jam kemudian, Anya masih menunggu dengan perasaan cemas. Namun, pintu ruangan UGD masih belum terbuka yang menandakan Dokter masih berjuang menyelamatkan ibunya. Di saat ia menunggu, tiba-tiba ponselnya berdering. Anya segera mengambil ponselnya dan tersenyum lirih melihat nama Adiknya yang tertera di layar ponsel. “Ada apa,Dek?” tanya Anya dengan suara parau. Raut wajah Anya tiba-tiba berubah getir. “Maafkan, Kakak, Yah. Nanti jika Kakak punya uang, akan aku bayar uang SPP adek,” jawab Anya pada adiknya yang menelpon. Setelah berbicara sebentar dengan adiknya, Anya pun mematikan ponselnya dan menghela napas. Ia kembali menatap pintu ruang UGD dan menghela napas. “Ya Allah. Bagaimana ini. Aku harus mencari uang ke mana lagi?” lirih Anya sedih. Tadi adiknya menelpon dan memberitahukan jika ia harus segera melunasi spp adiknya yang sudah menunggak tiga bulan. Di saat Anya sedang melamun memikirkan masalah spp adiknya, pintu ruang UGD pun terbuka. Anya segera berdiri dan menghampiri seorang dokter yang baru saja keluar. “Dok, bagaimana keadaan ibuku?” Dokter pun mulai menjelaskan keadaan ibunya. Namun, ada satu kata yang membuat dunia Anya runtuh. Yah, Dokter tersebut mengatakan ibunya Koma. Satu kata itu membuat napasnya terhenti, tubuhnya terasa tak bertulang saat itu juga. Tubuhnya hampir jatuh jika dokter tersebut tak segera menangkapnya. Pandangannya kosong dan kedua tangannya gemetar. Ia tak bisa menerima kenyataan pahit ini. *** Di tempat kerja. Aroma kopi dan roti panggang memenuhi hidung Anya, namun tak mampu mengusir bau antisetic yang masih melekat kuat di ingatannya. Mengingat ibunya terbaring koma di rumah sakit membuat tangannya gemetar yang saat ini sedang membawa nampan kopi dan roti panggang. Prang! Nampang yang ada di genggaman Anya jatuh ke lantai saat ia tak sengaja menabrak salah satu pelanggang wanita yang baru masuk ke tokonya. “Ma... maafkan aku.” Menyadari ia telah membuat kesalahan, Anya bergegas meminta maaf. “Bagaimana sih. Pakaianku kotor, nih!” pekik pelanggang tersebut dengan nada keras membuat semua mata tertuju pada mereka. Anya berusaha membersihkan noda kopi di pakaian wanita tersebut, tapi wanita itu malah menepis tangannya dengan kasar. “Tidak usah. Aku malas makan di sini,” kata wanita itu lalu bergegas pergi. Anya hanya bisa menghela napas menatap pintu toko yang sudah tertutup rapat. “Sadarlah Anya. Kau lagi kerja,” batin Anya berusaha untuk tetap fokus pada pekerjaannya. Wanita itu pun kembali bekerja dan berusaha tetap fokus. Namun kesalahan yang ia perbuat hari ini membuat pemilik toko marah dan memecat Anya tanpa memberinya kesempatan. *** Di rumah sakit, Anya terus mencari pekerjaan melalui ponselnya sambil menjaga ibunya yang masih koma. Ia mencari di beberapa situs internet yang sedang membuka lowongan. Akan tetapi, satu pun toko atau perusahaan tidak ingin menerimanya sebab ia tak punya ijazah. Anya menghela napas lalu menatap wajah pucat ibunya. “Bu, bagaimana ini. Anya tak punya pekerjaan lagi. Anya dipecat dari toko dan aku tak tahu harus mencari uang di mana lagi. Bu, cepatlah bangun. Anya butuh Ibu,” lirih Anya berharap ibunya segera bangun. Tak ingin menyerah, Anya kembali mencari pekerjaan di situs internet, hingga ia menemukan sebuah aplikasi peminjaman uang. Anya kembali menatap ibunya lalu beralih pada ponselnya. “Bu, haruskah aku mengambil pinjaman untuk biaya rumah sakit dan spp adik?” batin Anya bertanya-tanya pada dirinya sendiri. Hingga akhirnya, ia pun memutuskan untuk menghubungi salah satu kontak yang tertera pada aplikasi peminjaman uang yang ia temukan. Anya meminjam uang sebanyak 30 juta sesuai dengan jumlah uang yang ia butuhkan dengan persyaratan dalam tiga bulan Anya harus mengembalikan uang yang ia pinjam. Setelah setengah jam menunggu, uang yang ia pinjam akhirnya masuk ke rekeningnya. Anya tersenyum senang menatap saldo rekeningnya. “Bu, akhirnya Anya punya uang,” ucap Anya dengan nada lirih dan kedua mata yang berkaca-kaca.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
188.9K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
233.9K
bc

TERNODA

read
198.9K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.6K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
62.4K
bc

My Secret Little Wife

read
132.1K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook