Jam telah menunjukkan pukul enam sore yang menandakan matahari harus segera meninggalkan singgahsananya. . Gedung perkantoran yang biasanya ramai kini sunyi, hanya diiringi oleh derap langkah kaki karyawan yang bergegas pulang. Udara terasa lebih dingin dari biasanya, saking dinginnya, menembus jendela-jendela kaca yang besar. Karin, wanita yang telah menjabat sebagai sekretaris pilihan ibunya sudah pulang satu jam yang lalu. Hanya Ethan yang masih tertinggal, terpaku dikursinya. Cahaya lampu yang redup menerangi ruangannya, menyorot layar ponselnya yang menampilakn deretan pesan yang berlum terbalas. Kecemasan pun mulai merasuki hatinya yang kini terasa menyesakkan. Ethan mengusap wajahnya yang lelah. “Kenapa dia tak membalas pesanku?” gumamnya, suaranya seakan hampir tak terdengar di te

