Merana Lagi

2601 Words

Emily melangkah pelan setelah turun dari bus menuju ke rumahnya. Ia berjalan sambil menepuk kedua pahanya yang terasa sakit seakan sudah menyelesaikan lari marathon puluhan kilometer. Tak hanya itu, ia juga merasakan miliknya perih terutama saat melangkah. Hari sudah beranjak senja, saat mendekati daerah rumahnya, Emily melihat beberapa tetangganya bergerombol berdiri di depan halaman rumahnya. “Ada apa ini?” Emily bergegas melangkah melihat sebuah truk tak jauh dari halaman rumah beserta beberapa pria lalu lalang dari dalam rumahnya. “Emily?!” panggil Marge yang berlari kecil mendekati Emily. “Mengapa kau tidak menceritakan padaku tentang rumah itu?” Marge menagih penjelasan pada Emily yang seketika mengerutkan dahi. “Rumah? Ada apa dengan rumahku, Marge?!” Emily balik bertanya dan m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD