Dia Difitnah

1199 Words
Selamat membaca Saat ini, Miley tidak tau bahwa suaminya itu adalah bos dari Rafael grup. Dia menghela nafasnya pelan. “Bagaimana dia bisa datang? Elena mengatakan kalau dia adalah Tuan Muda dari London.” Bryan tersenyum dan berkata dengan santai, “Mungkin ketua dari Rafael grup itu seperti aku, menghabiskan waktu bersama keluarga.” Miley melototi Bryan dan berteriak karena geram. “Diam!” Gadis itu tidak tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Bryan saat ini dan dalam keadaan seperti ini dia masih ingin bercanda. Sungguh itu membuatnya kesal karena telah berani menghayal. Dia mendengus sebelum mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Elena. Suara Elena terdengar kemudian. “Hallo, Ms. Marioline.” Miley mengerutkan bibirnya sebelum dia ragu-ragu berkata, “Hallo Elena, aku membutuhkan bantuanmu." “Baiklah, katakanlah.” Elena menyetujuinya. Miley menarik napas dalam-dalam kemudian dia berkata dengan hati-hati, “Kami mengadakan makan malam besok, apakah ketua Anda bisa menghadirinya? Kami ingin berterima kasih padanya. Besar harapan kami dia bisa hadir." Elena terdiam sejenak, lalu menjawab, “Maaf Ms Marioline, saya tidak bisa memastikannya tetapi saya akan coba menanyakan padanya.” “Terima kasih, maaf aku merepotkanmu." panggilan telpon pun berakhir. Tidak lama setelah itu, Bryan merasakan ada getaran dari sakunya. Dia mengerutkan keningnya saat menatap nama penelpon menari-nari di layar ponselnya. Dia mencibir dirinya di dalam hati karena lupa mematikan telponnya. Namun, dia menjawab telpon itu dengan santai agar Miley tidak curiga. “Ya.” “Tuan Muda, keluarga Marioline mengundang Anda untuk makan malam besok. Bagaimana pendapat Anda?” “Oh, sudah dulu ya,” jawab Bryan. Setelah Bryan mengakhiri obrolannya, tiba-tiba telpon Miley berdering. “Nona, ketua kami setuju,” ucap Elena. Miley tertegun dan segera bertanya, “Benarkah?” Dia tidak menyangka bahwa dengan cepat ketua Rafael menyetujuinya. Setelah telpon berakhur, Miley dengan cepat menemui neneknya untuk mengabari berita ini. “Nenek, Ketua Rafael grup sudah setuju!” “Benarkah?” Wanita tua itu menjadi semangat. "Hum." Setelah itu Lady Marioline memberikan Intruksi kepada keluarga Marioline untuk mempersiapkan tempat terbaik. “Buatlah acara itu sebaik mungkin dan bersiap-siaplah untuk menyambut ketua Rafael grup. Undang semua perusahaan di kota besar untuk datang agar mereka juga tau kalau kita sudah mendapatkan kontrak kersama dengan Rafael grup.” Setelah itu, keluarga Marioline menjadi sangat sibuk. Semua orang bersemangat dan mereka terus menerus menghubungi mitra dan tokoh kelas atas di Zurich. Berita tersebut pun menyebar di seluruh kota Zurich. Ketua baru yang misterius dari Rafael grup itu akan datang di acara makan malamnya. Tentu saja, Nyonya Marioline begitu bahagia hari ini. Dia menerima pertanyaan yang tak terhitung. Begitu makan malam selesai, keluarga Marioline akan semakin terkenal. “Rapat selesai!” ucap Nyonya tua itu. Di akhir pertemuan, Nyonya Marioline kembali ke kantornya. Herry mengikuti langkahnya. Hati Herry menjadi sangat gusar ketika dia memikirkan impiannya menjadi direktur akan gagal. Dia mengertakan gigi karena kesal dan menggepalkan tinjunya dengan erat. Dia berkata dengan pelan, “Nenek, apa kau benar-benar akan memberikan posisi direktur pada Miley?” Nyonya Marioline mengernyitkan keningnya, “Aku sudah berjanji pada Miley lalu mengapa aku tidak memberikan padanya?” Herry mendesah tanpa daya. Dia menunjukan ekpresi yang muram dan merengek pada neneknya, “Nenek, aku mohon! Jangan berikan padanya.” Nyonya Marioline menatap Herry dengan bingung dan bertanya padanya, “Mengapa? Dia sudah berhasil memenangkan kontrak kerjasama dengan Rafael grup berlipat ganda. Dia berhak atas jabatan itu.” Herry menyeringai ketika sebuah ide melintas di pikirannya. Oleh karena itu, dia menghasut nyonya Marioline, “Nenek, Miley bisa memenangkan kontrak kerja ini karena willian. Dia kemarin ke rumah Miley untuk menawarkan bantuannya.” “Apa yang kau katakan itu benar?” tanyanya ragu. Seketika wajahnya berubah cemberut. Herry menyerigai dan mengangguk. Jika neneknya itu terpengaruh dengan hasutannya tentu saja, jabatan direktur itu tidak diberikan pada Miley melainkan pada dirinya. Memikirkan hal itu, dia merangkai kata-kata kejam untuk merusak reputasi sepupunya. “Tentu saja itu benar. Willian memang pergi menemui Miley tadi malam. Dia sudah pernah tidur dengan Willian maka dari itu keluarga Willian bisa membantunya untuk mendapatkan kontrak kerjasama ini. Nenek taukan jika berita ini tersebar? Kita akan malu.” Nyonya Marioline tercengang karena tidak percaya tetapi sepertinya dia mulai terhasut dengan ucapan Herry. Pasalnya, Gerry telah memberi hadiah untuknya, itu karena dia sangat menyukai Miley. “Herry kau harus bisa memenangkan proyek ini di masa depan,” ujar Nyonya tua itu. Dia mulai memikirkan kata-kata bohong yang disebarkan oleh Herry padanya. “Aku akan menjalankan tugasmu dengan baik." Herry tersenyum dengan penuh kemenangan. Nyonya Marioline menatapnya tegas, “Baiklah, aku akan mengangkatmu sebagai direktur dan kau harus beranggung jawab penuh atas kerjasama dengan Rafael grup tetapi kau harus ingat jika kau membuah ulah maka aku akan memenggal lehermu.” “Nenek, tenang saja. Aku akan melakukan yang terbaik untuk perusahaan Marioline." senyuman di wajah Herry semakin mengembang ketika dia berhasil menghasut wanita tua itu. Di tempat lain, Miley sangat bahagia dan berkali-kali mengucapkan terima kasih, “Bryan, terima kasih. Kalau bukan karena doronganmu, aku tidak akan berani mengambil tugas ini.” Bryan tersenyum dan berkata, “Kau pantas mendapatkan ini.” “Oh ya, apa kau ingin merayakan ini?” tanya Bryan “Tentu saja, kita akan merayakannya. Apakah kau setuju?” Bryan mengangguk cepat, “Baiklah, kita akan merayakannya. Kebetulan sebentar lagi ulang tahun pernikahan kita yang ke 5 akan datang. Kau tidak perlu khawatir. Aku akan mempersiapkan ini untukmu.” Miley menatapnya bingung. Apa yang akan dilakukan Bryan untuknya? Dia mendengus ragu, “Apakah kau akan memberiku surprise?” “Menurutmu, aoa yang akan aku lakukan? Kau akan mengetahuinya nanti!” Bryan menyeringai dengan ringan. Miley mengangguk setuju. Dia tidak ingin bertanya apa yang akan dipersiapkan oleh Bryan untuknya. Bryan pergi ke toko perhiasan di pusat Zurich seorang diri. Toko itu paling terkenal di wilayah ini. Aneka perhiasan ada dijual di sana. Bryan ingin memberikan hadiah untuk istrinya di ulang tahun pernikahannya yang ke 5. Saat tiba di pusat pembelanjaan, Bryan memasuki toko perhiasaan untuk melihat beberapa motif yang ada di sana. Pria itu menemukan motif yang cocok dengan karakter istrinya. Perhiasan itu memiliki harga 10 juta dolar. Tentu saja, itu hal yang gampang untuknya, mengingat sekarang begitu banyak uangnya di dalam kartu atm. Bryan melambaikan tangannya ke arah pramuniaga toko. “Halo, tolong keluarkan kalung ini dan biarkan saya melihatnya.” Pelayan menoleh ke arah Bryan dan menjawab. “Hallo, Tuan. Saya tidak punya kuncinya. Manager kita yang memegang kunci lemarinya. Kalau begitu, Anda silahkan menunggu sebentar, saya akan menemuinya untuk mengambil kunci.” Bryan mengangguk dan membiarkan pelayan itu pergi. Pria itu pergi menemui Managernya. Dia berkata dengan lesu, “Manager Janet, seseorang ingin melihat perhiasaan toko kita!” “Siapa dia?” tanya manager Janet. Wanita itu bergegas menuju ke depan. Pelayan itu menujukan ke arah Bryan. Seketika Janet kaget saat melihat sosok pria yang berpenampilan seperti orang miskin ingin membeli perhiasaan. Bagaimana mungkin pria ini bisa membeli perhiasaan itu? dari mana dia akan mendapatkan uang? terlintas dipikiran Janet. “Hah, dia?”Janet mendengus dingin.Dia menatap Bryan dengan rasa yang jijik, dia bertanya dengan nada yang mengejek. “Ruben, apakah kau sedang bercanda?” Pramusaji itu mengangguk dengan mantap. “Saya serius, Manager! Pria ini ingin melihat perhiasaan di sini.” Bersambung..
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD