Mencari Meilani

1122 Words
“Kamu bilang aku ini orang tidak punya perasaan?” tanya Jonathan sambil menatap tajam pada Anita. Dia sangat tidak bisa mentolerir jika ada orang yang berani mengomentari ranah pribadinya. “Laki-laki sepertimu memang tidak punya hati, dan tak pernah mau mengerti perasa –” Ucapan Anita terpotong karena Jonathan mendorong kursinya dengan kasar dan berdiri. “Bagaimana bisa wanita sepertimu mengataiku seolah dia paling tahu siapa aku. Kau tidak tahu siapa aku dan bagaimana aku. Jadi jangan coba sok tahu tentang aku. Paham!” gertak Jonathan dengan kedua bola matanya yang hampir keluar. Wajah Jonathan terlihat berubah merah. Dia tahu kalau semakin dia berada di tempat itu. Jonathan akan memperburuk keadaan gejala anehnya itu. Jonathan segera pergi dari hadapan Anita. Dia teringat kalau Meilani, gadis yang menolongnya tadi bekerja di restoran ini. Dia segera mencari gadis itu sambil menahan sakit sesak dan sensasi terbakar yang mulai menyerangnya. “Hei-hei, apa kamu melihat Meilani?” tanya Jonathan pada karyawan lainnya. “Meilani, apa Bapak mengenal dia?” tanya karyawan itu. “Iya, di mana dia?” tanya Jonathan semakin tidak sabaran untuk menemukan gadis itu. “Oh, dia sudah pulang.” “Pulang, kenapa pulang. Bukankah dia baru datang kemari kenapa dia bisa pulang cepat?” tanya Jonathan. Dia semakin curiga, kalau kali ini Meilani juga sengaja menghindarinya dengan pulang lebih cepat. “Dia bukan karyawan di sini. Tadi dia hanya menggantikan temannya yang sakit.” “Apa. Dia bukan karyawan di sini?” Jonathan merasa terkejut. “Dia memang sering bantu-bantu di restoran ini. Pemilik restoran ini adalah teman dekatnya Pak.” “Oh sial, kenapa harus seperti ini sih?” teriak Jonathan semakin marah membuat karyawan itu kaget karena Jonathan seperti sedang memarahinya. Jonathan tidak bisa menahan lebih lama lagi. Dia harus segera pergi dari tempat ini sebelum orang-orang akan melihatnya menjadi orang yang aneh. Dengan menahan rasa gatal dan panas dari tubuhnya Jonathan berlari menuju tempat dia memarkir mobilnya. Sampai di dalam mobil Jonathan segera membuka kancing bajunya dan menggaruk badannya yang sudah tidak tahan lagi. Aku harus menemukan gadis itu. Aku baru tahu kalau ada wanita yang bisa menyentuhku saja aku bisa menjadi lebih cepat pulih dari biasanya. Jonathan menyalakan mesin mobilnya dan segera melajukan mobilnya menuju alamat yang diberikan Frans padanya. Dia akan menemui Melani langsung ke rumahnya. Jonathan harus pastikan juga kalau dia tidak akan bertindak macam-macam di media sosial dengan menyebarkan rumor tentangnya. Di tengah perjalanan menuju alamat itu. Ponsel Jonathan berbunyi, ternyata kakeknya yang menelepon. Jonathan tahu, kalau kakeknya meneleponnya di saat seperti ini pasti Anita sudah memberitahu apa yang terjadi antara dirinya dan dia. “Halo Kek!” “Jo, di mana kamu. Bisakah kamu temui Kakek di rumah saat ini?” terdengar suara kakeknya yang memintanya untuk pergi  menemuinya. “Kek, kalau hanya akan membahas tentang Anita. Lebih baik aku tidak datang. Aku tidak mau dijodohkan dan menikah dengannya,” ucap Jonathan tidak memberik kesempatan kakeknya untuk bicara. “Aku sedang mengemudi mobil. Nanti akan kuhubungi lagi Kakek!” ucap Jo sambil menutup sambungan teleponnya. Jonathan menghela napas dengan berat. Dia tidak mau pembahasan mengenai pernikahan itu diperpanjang lagi. Dia sangat benci itu. Dan itu memang benar-benar membuatnya marah dan tak bisa dikendalikan lagi. Baginya pernikahan itu adalah hal yan terbodoh. Dia tidak mau terlibat dalam sebuah pernikahan yang sudah menyulitkan dan menyiksa. Seperti penikahan orangtuanya. *** *** Jonathan tiba di depan sebuah gang kecil. Dia tidak bisa maju dan melewati gang itu dengan mobilnya. Bagaimana ini? Dia tidak bisa turun dengan kondisi tubuhnya yang sudah memerah seperti itu. Dia hanya duduk di dalam mobil sambil menggaruk tubuhnya. Arrrrrghhh. Rasanya aku sudah tidak tahan lagi. Bagaimana ini. Haruskah aku menghubungi Agnes sekarang ini. Tapi tadi kan aku sudah membatalkannya. Jonathan meringis kesakitan dan perih karena dia terus menggaruk tubuhnya. Dia memutar AC mobilnya dengan suhu yang paling dingin. Dan hampir saja Jonathan berada di ujung rasa putus asa. Dia melihat sosok gadis itu muncul di depan mobilnya. Sepertinya dia baru saja sampai. Begitu melihatnya Jonathan langsung membunyikan klakson mobilnya sampai si gadis itu kaget dan melonjak. Jonathan sungguh tidak sengaja melakukan itu sampai Meilani kaget seperti itu. Dan rupanya gadis itu tidak terima karena dia dibuat kaget ulah si pengendara mobil yang tidak tahu sopan santun itu. Meilani kemudian menggedor-gedor kaca jendela mobil Jonathan. Dia tidak tahan karena gara-gara klakson itu dia kaget dan hampir saja terpeleset ke parit. Sebuah kebetulan karena Jonathan berhasil membuat Meilani  mendekatinya dedngan cara seperti itu. Sreeett. Jonathan perlahan membuka kaca jendelanya dan dengan wajah yang canggung dia menatap Meilan yang terlihat kaget melihatnya. “Kau. Kenapa bisa ada di sini. Bukankah tadi kau berada di restoran?” tanya Meilani terheran-heran. Dan lebih heran lagi, dia melihat wajah Jonathan yang kembali memerah seperti kejadian tadi di kantor LLC. “Kau Meilani kan?” tanya Jonathan. “Kenapa kau bisa tahu namaku?” tanya Meilani. “Tentu saja aku tahu. Aku baca CV mu.” “Tapi kenapa Bapak ada di sekitaran alamat rumahku?” tanya Meilani curiga dengan kemunculan Jonathan di depan gang rumahnya. “Aku mencarimu,” jawab Jonathan. Meilan terheran sekaligus aneh mendengarnya. Kejadian di kantor tadi memang sedikit menganggunya. “Kenapa Anda mencari saya?” tanya Meilani. “Bisakah kita pergi ke sebuah tempat yang nyaman untuk berbicara?” tanya Jonathan. “Untuk apa. Tidak ada yang harus dibicarakan lagi. Aku sudah tidak ingin berurusan dengan pria m***m sepertimu lagi!” ucap Meilan menolak. Lalu dia berbalik dan hendak meninggalkan mobil Jonathan. Melihat Meilan yang akan pergi Jonathan segera keluar dari mobil dan berusaha untuk menghentikan Meilan. Dia menahan tangan Meilan agar tidak segera pergi meninggalkannya. Jonathan memegang tangan Meilan, dan tentu saja itu membuat tidak nyaman Meilan. Dia berusaha untuk melepaskan diri dari Jonathan. Dia sangat ketakutan karena Jonathan terlalu keras menahan tangannya. Sedangkan Jonathan merasakan hal yang aneh lagi. Dia merasakan aliran hangat langsung mengalir di sekujur tubuhnya. Perlahan dia tidak merasakan panas dan sensasi terbakar lagi. Tubuhnya yang memerah pun perlahan mulai kembali lagi normal. “Apa aku harus berteriak dulu agar kamu bisa melepaskan aku!” ucap Meilani yang tidak mau Jonathan menarik tangannya. “Dengarkan aku Meilani. Aku tidak bermaksud untuk melecehkanku. Kejadian itu hanya salah paham!” ucap Jonathan. Dia mengulur waktu dengan menahan tangan Meilan lebih lama agar gejala anehnya menghilang. “Kenapa Anda repot-repot sekali datang kemari dan mencariku hanya untuk mengatakan itu semua?” tanya Meilani bertambah curiga. Dia langsung memalingkan wajahnya ketika melihat posisi baju Jo yang berantakan. Dia bisa melihat roti sobek dan d**a kekarnya. “Itu karena –” Jonathan bingung harus menjawab apa. Haruskah dia mengatakan kalau tujuannya adalah mencegahnya menyebarkan rumor tentangnya di media sosial.  Atau tujuannnya adalah untuk mendekati seorang gadis itu. Meilan mengerutkan kedua alisnya menunggu jawaban Jonathan.    
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD