“HASNA, TUNGGU!” teriak Zoya Hasna tidak peduli dengan panggilan Ibunya. Hatinya terasa sesak menerima kenyataan pahit di hidupnya. Pantas saja keluarganya hanya peduli dengan Zahira, dan itu semua karena dirinya adalah orang asing. Ia bukan bagian dari keluarga mereka. Zoya berlari mengejar Hasna. Lari Hasna cukup kencang membuat beliau kesulitan mengejarnya. “Zoya, Hasna, berhenti!” teriak Umi Arini Umi Arini tidak bisa mengejar menantu dan cucunya. Usia beliau tidak lagi muda, tenaganya tidak cukup kuat untuk berlari. “Ya Allah..” lirihnya Umi Arini berhenti mengejar Zoya dan Hasna karena kakinya tidak sanggup lagi untuk berlari. Beliau menyesal telah membicarakan hal sensitif itu di tempat terbuka. Seharusnya mereka bicara di rumah agar tidak ada yang mendengarnya. “Maafin Ne

