Keesokan harinya Sejak kemarin bibir Zayn tidak berhenti tersenyum. Rasanya begitu bahagia ketika ingin menjadi seorang Ayah. Harapannya begitu mudah dikabulkan oleh Sang Pencipta. Allah begitu baik padanya. “Kak Zayn nggak capek senyum terus?” ujar Zahira “Enggak.” Zahira geleng-geleng kepala melihat kelakuan suaminya. Ia juga bahagia tapi tidak tersenyum sepanjang malam. Bahkan Zayn tidak tidur sepanjang malam karena bahagianya. “Zahira!” panggil Zayn “Kenapa, kak?” “Em.. nanti kita kasih tahu Ayah, Bunda, dan yang lain, ya!?” Zahira mengangguk sembari tersenyum. Keluarganya pasti begitu bahagia mendengar kehamilannya. Namun, ia harus menunggu untuk mengumumkan kehamilannya pada orang lain agar tidak terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan. Cukup keluarga inti terlebih

