Dua bulan kemudian “Huek..” “Huek..” “Astagfirullah.. perut aku kenapa?” gumam Zahira setelah membasuh mulutnya dengan air Semalaman Zahira merasa ada yang aneh dengan perutnya. Bahkan semalaman ia tidak bisa tidur karena merasa mual. Padahal ia tidak makan yang aneh-aneh. Ia selalu memakan makanan sehat. Tok.. tok.. tok “Sayang, kamu di dalam?” panggil Zayn sembari mengetuk pintu kamar mandi “Iya, kak. Zahira masih di dalam.” “Saya masuk, ya!?” “Jangan, kak! Habis ini Zahira keluar kok.” “Yaudah, saya tunggu!” Zayn merasa khawatir karena Zahira begitu lama di dalam kamar mandi. Dan tidak lama Zahira keluar. Ia terkejut melihat wajah istrinya yang pucat. Zayn menangkup wajah Zahira sembari menatapnya khawatir. “Sayang, wajah kamu pucat sekali. Kamu sakit? Kok nggak

