Asteria tidak tahu harus kemana. Dia hanya ingin pergi dari tempat itu. Kakinya membawa dia ke lantai paling atas gedung, lantai sepuluh. Dia belum pernah iseng sampai ke sini, jadi saat tempat ini cukup sepi dia merasa lega. Matahari sudah mulai tinggi jadi hawa panas mulai terasa. Udara daerah Cengkareng memang panas, berbeda dengan daerah rumahnya yang cenderung sejuk. Wanita itu berdiri ke pagar besi yang melindungi area sekitar restoran rooftop. Angin membelai rambutnya ringan. Asteria membiarkan panas matahari menyentuhnya. Dia mungkin akan dehidrasi nanti dan gosong jika terlalu lama. Biar saja, untuk sekarang dia ingin sendiri. Bayangan kejadian di ruang CEO tadi masih segar dipikirannya. Mister Chandra memeluknya dan menyebut namanya dengan nada yang dalam. Dia jadi berpikir k

