Part 34

2119 Words

Asteria membuka mata hanya untuk menemukan ruang kamar yang tidak familiar. Ruang ini bukan kamar kosannya yang jelas. Bukan kamar Mister Chandra untungnya. Bukan rumah sakit ataupun kamar hotel. Dia mengerang saat mencoba duduk. Kepalanya sakit seperti dipukul palu. Tangannya juga nyeri. Asteria melihat perban di tangan kirinya. Ada rasa perih dari sana. Dia juga merasa bagian tubuh lainnya ngilu. Gadis itu merengut saat melihat pakaiannya sudah berganti dengan piyama wanita berwarna biru. Dia merasa was-was dan segera mencari barang-barangnya ke seluruh ruangan. Dia menemukan ponselnya yang baterainya tinggal segaris merah. Tidak ada tasnya. Asteria merasakan tengkuknya merinding. Ada yang datang. "Ah, Mba sudah bangun. Baguslah, ayo kita sarapan." ujar seorang gadis yang kelewat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD