Bab 8Tawa Pertama * Bel pulang berbunyi. Araska terlihat buru-buru mengemas buku ke dalam tas ranselnya. Baru saja kakinya akan melangkah keluar saa seseorang memanggil namanya. “Araska!” Araska menoleh, merasa namanya dipanggil. “Kamu kenapa sih, Ar? Marah sama aku?” tanya Uta ingin tahu. “Kenapa apanya?” sahut Araska datar. “Aku ngerasa kamu kayak menjauh dari aku.” Kembali Uta berucap pelan. Araska diam, tatapannya tajam ditambah senyum sinisnya. Bukankah lebih baik tak menjelaskan kesalahan orang lain yang sebenarnya ia sendiri tahu? Araska melanjutkan langkah. Tak peduli di belakangnya Uta terus memanggil. Harusnya yang dipanggil bukanlah dirinya, melainkan gadis yang selama ini dirundung ya. Silvi. Setelah kejadian hari itu, Araska tak lagi berbicara dengan Uta atau dua tema

