Membasmi Sosok Suci

1214 Words
(Gurun Purba, wilayah luar tak jauh dari Kabut Serbuk Besi Benteng Osiris) *Wuuunggg…!! *Kraakkk Pada sudut tertentu perbukitan terjal, tergeletak ganjil sebuah peti mati hitam. Peti mati hitam dimana saat ini tampak sedang bergetar hebat, memiliki retakan memanjang pada permukaannya. *Bzzzzzttt….!! Retakan terus melebar sampai akhirnya, satu celah kecil tercipta pada pintu peti yang tertutup, dari dalam celah sendiri, derak aliran Mana Listrik, menyala terang berusaha menerobos keluar. *Wuuunggg….!!! Sempat bergetar hebat untuk sekali lagi. *Boooommmm…!!! Peti mati hitam tiba-tiba meledak dahsyat. Hancur berantakan tersebar kesegala arah. *Woooshhhh…!! *Tapp…!!! Tepat setelah kehancuran peti mati, satu sosok melompat keluar untuk kemudian melakukan pendaratan ringan memijak permukaan bukit. "Hmmmm…? Dimana?" Sosok yang baru saja menerobos keluar, tak lain adalah Dante. Masih mempertahankan wujud Meridian Knight Qilin Petir, Dante yang baru lolos dari jebakan ruang hampa Carl, segera melakukan pengamatan cepat memindai lingkungan sekitar. Coba memastikan lokasi tepat dirinya berada. "Teknik aneh yang cukup merepotkan!" Dante bergumam kesal saat menyadari bahwa ia kini terdampar cukup jauh dari lokasi pertempuran. Berada di wilayah luar Kabut Serbuk Besi yang merupakan wilayah perbatasan sekaligus tabir pelindung keberadaan Benteng Osiris. Markas Besar kelompok Bandit Serigala. "Sebaiknya aku bergegas untuk kembali!" Berniat ingin segera kembali ke lokasi pertempuran untuk memberi dukungan bagi pihak Endless Heavens Sect yang kini sedang menjalankan misi pemusnahan terhadap seluruh anggota kelompok Bandit Serigala dalam Benteng, langkah Dante terhenti saat melihat satu pemandangan tak biasa tiba-tiba terjadi. *Wuuunggg…!!! *Boooommmm…!!! *Boooommmm….!!! Dari atas perbukitan, Dante dapat melihat dengan sangat jelas saat dua aura dahsyat, mendadak meluap untuk kemudian saling berbenturan. Dua aura kuat, saling hujam satu sama lain hingga menerobos kepekatan Kabut Serbuk Besi, berakhir membumbung tinggi diatas langit. Sosok Malaikat Kontrak Tetua Endless Heavens Sect, makhluk berkelas Emperor tahap Surga puncak, bertarung melawan Bayangan berjubah perangkat armor perak. Dimana tak lain tentu saja adalah jiwa sisa salah satu Khan generasi lama Suku Osiris. *Boooommmm…!! *Boooommmm…!!! *Boooommmm…!!! Dante hanya bisa terhenyak. Melupakan niat awal kembali kelokasi benteng saat terpaku diam menatap pertempuran dahsyat antar dua makhluk puncak diatas langit. Pertarungan dahsyat antar sesama makhluk berkelas Emperor tahap Surga puncak, selain menyebabkan kerusakan luar biasa pada lokasi terjadinya bentrok, juga membuat hati dari tiap yang menyaksikan, menjadi dingin. Termasuk saat ini adalah Dante. Letupan gejolak dahsyat, tanpa henti terus bergelora diatas langit, seolah sedang ingin merobek langit saat dua sosok kelas puncak yang sedang bertarung, terus menghujamkan serangan bertubi pada pihak lawan masing-masing. "Sosok makhluk apa itu?" gumam Dante. Menatap bergetar pada perwujudan Khan Generasi lama Suku Osiris. Dimana saat ini tampak bagaikan seorang dewa Surgawi. Dewa Besi Surgawi. "Aku tak menyangka Serigala rongsokan itu masih memiliki kartu luar biasa tersembunyi dibalik lengan bajunya!" Dari aliran Mana Besi menari riang menyelimuti sosok makhluk penuh dominasii yang kini sedang bertarung melawan Malaikat kontrak, Dante bisa menyimpulkan bahwa makhluk tersebut, adalah bagian tertentu milik Suku Osiris. Dengan kata lain, makhluk inilah satu hal yang sedari awal di cemaskan oleh Dante saat menyadari Tuan Leluhur, sedang merencanakan sesuatu. Dante, masih menatap pertarungan dua sosok puncak diatas langit wilayah Kabut Serbuk Besi. Berkembang penuh kerutan cemas kening Dante ketika menyadari, itu adalah sosok Malaikat Kontrak yang mana sedari tadi ternyata berada dalam situasi tertekan oleh pihak lawan. Punggung Malaikat kontrak, terlihat memiliki luka parah dari bekas dua sayap dilokasi tersebut yang tadi sempat dicabut paksa dengan keji oleh sosok bayangan Khan Generasi lama Suku Osiris. *Bammm…!!! *Bammmm…!!! Pertarungan, awalnya bertahan dalam pertukaran pukulan dua banding satu. Dimana dua tinju berderak Mana Besi Murni bayangan Khan generasi lama Suku Osiris, bersambut satu hujamam tongkat emas Malaikat kontrak. Hanya saja, lama kelamaan situasi pertukaran serangan dua banding satu, tak mampu dipertahankan. Itu berkembang menjadi tiga banding satu, terus semakin parah menjadi empat banding satu, hingga pada periode waktu tertentu, Malaikat kontrak yang terlihat telah pada batas akhir, tak mampu lagi memberi balasan serangan. *Baaammm…!!! *Bammmmm…!! *Bammmmm…!!! Deru hantaman tinju dahsyat sosok bayangan Khan Generasi lama Suku Osiris, mendarat bertubi-tubi tanpa balasan apapun dari pihak lawan. Dalam deru serangan, Malaikat Kontrak Tetua Endless Heavens Sect, berangsur kehilangan pancaran aura miliknya. Lunglai lemas hendak jatuh dari atas langit. *Bammmm…!!! Namun, sebelum sang Malaikat kontrak benar-benar berakhir jatuh, Bayangan Khan Generasi lama Suku Osiris, mendahului untuk memberi hantaman mencengkram keras pada leher. Pemandangan menakjubkan, terhampar diatas langit wilayah Kabut Serbuk Besi. Dimana sosok Bayangan Khan Generasi lama Suku Osiris, kini melayang dalam selimut riang aliran Mana Besi Murni, sedang mencengkram leher Malaikat kontrak. Keagungan serta kemahasucian yang sedari awal terus terpancar dari dalam tubuh Malaikat kontrak sejak pertama kali sosok tersebut muncul dari dalam garis formasi segel pemanggil, kini sepenuhnya tunduk oleh pancaran aura penuh dominasii mutlak Mana Besi Murni milik Khan Generasi lama Suku Osiris. Pemandangan menakjubkan, jelas berakhir berbeda dari sudut pandang mata Dante. Diatas langit, itu bukan pemandangan menakjubkan bagi Dante. Melainkan justru pemandangan mengerikan. Mengorbankan semua dengan membuka penyamaran yang telah ia jalankan sepanjang masa hidup, Dante jelas tak akan menerima jika misi terakhir yang ia laksanakan sebelum status pengkhianat terpikul pada pundak, akan berakhir gagal. "Apa yang sebenarnya terjadi?" *Bammmm…!!! Memasang wajah sepenuhnya memerah. Dante yang menjadi marah, menghentak kaki hingga deretan bukit mulai runtuh. *Woooshhhh….!!! Rasa frustasi yang menghujam jiwa dan raga Dante, seketika berkembang semakin menjadi saat pemandangan lain, terhampar dihadapannya. Sosok bayangan Khan Generasi lama Suku Osiris masih mencengkram erat leher Malaikat kontrak, saat dari arah bawah, menerobos keluar kabut serbuk besi, itu adalah tubuh Tetua Endless Heavens Sect. Sang Tetua, terhujam keras keatas langit dalam kondisi mengenaskan. Telah kembali pada wujud manusia normal, tubuh tua pria malang tersebut, tampak bersimbah darah dari puluhan luka sayatan serta koyakan. *Woooshhhh…!!! Menyusul kemudian, dari arah dibalik kabut serbuk besi sama, itu adalah sosok Serigala Perak Tuan Leluhur. Berselimut aliran Mana Besi Murni menari riang pada sekujur tubuh, Tuan Leluhur melaju kencang mengejar Tubuh Tetua Endless Heavens Sect. Sorot mata tajam bak hewan liar, terpancar buas dari dua mata Tuan Leluhur saat itu sepenuhnya mengunci target. Hingga akhirnya, saat telah mencapai posisi tertentu untuk berada dalam jangkauan serangan. *Slaaaassshhh..!!! *Slaaaassshhh…!!! Tuan Leluhur, melancarkan dua tebasan cakar berderak Mana Besi intens yang segera mengoyak dadaa tanpa pertahanan Tetua Endless Heavens Sect. "Nggggg….!!!" Tetua Endless Heavens Sect yang telah berada pada kondisi hampir kehilangan kesadaran, hanya bisa mengerang menahan hujaman rasa sakit. Erangan menahan rasa sakit Sang Tetua, nyatanya adalah ekspresi terakhir yang bisa ia buat saat pada sepersekian detik berikutnya, tanpa ampun dan tanpa belas kasih sama sekali terpancar pada raut wajah, Tuan Leluhur melanjutkan untuk mengeksekusi satu serangan tambahan. Tuan Leluhur membuka lebar mulut Serigala metaliknya yang penuh taring tajam terbuat dari bahan Logam Surgawi. Sebelum kemudian… *Bammmmm…!!! Menghujam keras mulut terbuka lebar pada leher Tetua Endless Heavens Sect. *Kraaakkk…!!! Taring-taring metalik nan tajam, segera menusuk masuk meremukkan tulang leher. *Kraassss….!!! Sampai pada akhirnya, benar-benar menghancurkan hingga leher tersebut, putus. *Bammmmm…!!! Bayangan Khan Generasi lama Suku Osiris, mengikuti aksi Tuan Leluhur dengan melancarkan satu serangan tinju terakhir yang seketika menghancurkan kepala Malaikat kontrak. *Woooshhhh…!! Berubah menjadi berkas cahaya, tubuh Malaikat kontrak yang mulai terjatuh, lenyap. Sementara tubuh tanpa kepala Tetua Endless Heavens Sect, jatuh kembali untuk terhujam masuk dalam kepulan kabut serbuk besi. Dante, hanya bisa sepenuhnya temenung dengan pandangan kosong menatap pemandangan terakhir diatas langit tak jauh dihadapannya. Pemandangan mengerikan dalam bentuk Tuan Leluhur, sedang melayang di udara. Sementara pada mulut, menggigit rambut kepala Tetua Endless Heavens Sect yang sedang bergelantungan diterpa angin.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD