PART 15

2095 Words

Langit hitam tanpa bulan dan bintang menjadi pemandangan di malam itu. angin berhembus kencang membuat pohon-pohon bergoyang hebat. Namun hembusan angin yang terasa menusuk dan sanggup membuat bulu kuduk meremang tersebut sama sekali tidak membuat Panthana gentar. Dia tetap menikmati aktivitasnya duduk di depan jendela yang sengaja dia biarkan terbuka.  Dia duduk di kursi seraya dia menopang kedua tangannya di jendela dengan tatapan matanya menerawang ke arah halaman rumahnya. Tatapannya kosong karena pikirannya sejak tadi berjelajah tanpa tujuan. Banyak hal yang sedang dipikirkannya sekarang ini. Yang paling menyita pikirannya tentu saja masalah teman-temannya yang menjadi korban pelampiasan amarah Bowbow, hantu gadis SMA yang telah Panthana usir. “Kayaknya gue salah udah marah-marah di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD