*Happy Reading* Rasanya tulangku baru saja dicabut paksa dari seluruh tubuhku, saat akhirnya aku melihat tiga pria keluar dari mobil itu dengan senyum iblis yang sukses membuat napasku sesak. Benar dugaanku. Itu teman-temannya Edo, yang dipanggil untuk merusak aku malam ini. Aku bahkan masih mengenali wajah mereka bertiga. Entah kapan Edo mengundang teman-temannya itu. Yang jelas, hal itu membuat aku ingin mati saat ini juga. "Woah! Akhirnya ketemu juga ya, Do!" Salah seorang dari mereka berseru gembira melirikku. Najis! "Iya, dong! Gue gitu, loh!" Edo menyahut dengan jumawa. "Terus, ini maunya gimana? Langsung aja atau main-main dulu?" Pria itu bertanya kembali. "Main-main dululah. Lo bawa kan obatnya?" "Bawa, dong!" "Bagus. Ayo mulai!" Aku ingin berlari, ingin memaki, ingin m

