*Happy reading* "Aakkkhhh ...." Grep! Brukkk! "Are u crazy, huh?" maki Alan, saat dia berhasil menyelamatkanku dari tabrakan, yang hampir saja terjadi. Ya. Sesaat sebelum mobil yang ngebut itu hampir menyentuhku. Si manusia jalan tol ini memang berhasil menggapaiku, dan menarikku ke pinggir jalan. "Kalo mau mati jangan di sini. Apalagi di hadapan saya. Bikin repot orang saja!" hardiknya sekali lagi. Akan tetapi, karena aku masih shock dengan kejadian barusan. Aku pun tak berkomentar apapun. Selain bengong dan mengerjapkan mata berkali-kali, demi meyakinkan diri bahwa ini bukan mimpi. Ini beneran, kan? Aku masih hidup! Aku gak mati? Gak ketabrak? Juga gak cacat? Aku ... beneran masih hidup, kan? "Hey, Suster! Kenapa malah bengong? Saya ta--" "A'aaaaa ...." seruku akhirnya. Sete

