Jomlo 78

1042 Words

Jomlo 78 *Happy Reading* Nyeri dan ngilu. Rasa itu masih menyelimutiku sejak aku membuka mata. Meski hari ini sudah lebih baik dari kemarin. Tetap saja, rasanya masih membuat tidak nyaman. Dari ujung kaki sampai kepala. Rasanya semuanya nyeri dan ngilu jika digerakan. Jangankan untuk dibawa duduk. Pindah posisi saat tidur pun, rasanya menyiksa sekali. Tubuhku rasanya kebas dan kesemutan karena tidak berganti posisi sejak kemarin. Tuhan, sampai kapan aku harus seperti ini? "Teh?" Aku mengenali suara itu sebagai suara Putra, adikku yang sudah menjagaku bersama Umi di Rumah sakit ini. Merasa dipanggil, aku pun membuka mataku demi merespon panggilannya. Melirik Putra yang ternyata sudah berdiri di samping tempat tidur, dan menaikan alis sebagai kode bertanya 'Apa?'. "Putra mau ke k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD