*Happy reading* "Oi, Mi! Ada yang nyariin, tuh!" seru seorang teman sejawatku, yang bernama Vera. Membuat aku yang sedang fokus membereskan laporan para pasien, menengok dengan refleks. Tapi, cuma sekilas saja. Setelah itu, kembali lagi ke kerjaan ku. "Siapa?" tanyaku sedikit acuh. "Biasa, selingkuhannya Dokter Karina," jawab Vera mulai nyinyir. Ck, mulai lagi aja mulut lemesnya! "Huh, dasar cemen! Beraninya ngomongin di belakang doang, Lo!" Aku mencebik kesal atas kelakuannya selama ini. "Ya .... mau gimana lagi? Gue masih butuh kerjaan di sini. Secara, dia kan, bini bos besar, ya? Kalo gue nyari ribut, ntar karir gue bisa end di sini," jawab Vera dengan enteng. "Udah tau bini bos besar. Masih aja lo berani gosipin. Gak belajar dari kejadian dulu lo, ya? Mau di tendang juga dari si

