Jomlo 29 *Happy Reading* "Aa, ih! Lepasin!" Aku menghela tangan Alan yang melingkar dipinggang lumayan kasar, saat kami sudah sampai parkiran. "Tangannya jan kurang aja, dong! Kita kan bukan mahram!" salakku kemudian, setelah memastikan kemanan situasi sekitar. Aman, gaes! Gak ada yang ngikutin kami. Eh, maksudnya teman sejawat yang baru aku tebar hoax gak ngikutin. Jadi aku gak harus pura-pura lagi. Seperti biasa, Alan menatapku datar seraya menaikan alisnya. "Jangan bawa-bawa kata Mahram. Kamu sendiri tadi yang pertama menggandeng saya." "Ya, kan saya cuma akting, Bapak. Biar temen-temen saya percaya kalau kita ini pasangan. Kasian Dokter Karina jadi bahan gosip terus." "Dan saya hanya membantu kamu, membuat orang-orang LEBIH percaya pada gosip yang sudah kamu tebar. Gak salahkan

