BAB 10

602 Words
pagi hari ketika Reza bangun, Indri sudah tidak ada di sampingnya .iapun melihat jam di ponselnya ternyata sudah pukul 07.00 pagi. ia pun memakai kaosnya dan keluar dari kamar indri. "dimana Indri bu? " tanya Reza pada i u aminah yang sedang mengapu di ruangan tengah. "sudha berangkat sekolah sejak jam enam tadi. nak reza, kalau mau sarapan lansung ke meja makan saja ya. "jawab bu aminah. "ia bu, reza mandi dulu. " jawab reza lalu masuk ke dalam kamar indri mencari handuk indri, setelah itu ia keluar dan menuju ke kamar mandi. setelah mandi ia duduk di meja makan dan makan sarapan yang telah tersedia di meja makan. reza mengambil lele goreng, dan sayir rebus serta bumbu pecel. "mm... enak banget dari pada masakan bi Ira," guman reza setelah menyuap suapannya sementara itu, di luar rumah tetangga bu aminah pada penasaran dengan mobil yang terparkir di depan rumah bu aminah. ketika bu aminah menyapu teras rumah, tetangganya menghampirinya. "ini mobil siapa mbak.? " tanya bu Tina seraya menunjuk mobil reza. "Reza anaknya pak Bayu. " jawab bu Aminah sambil terus menyapu. "bukannya pak bayu sakit dan sudha lama tidak menginap disini ya mbak.?" tanya bu tina lagi. "lalu kenapa mbak.? memangnya todak boleh kalau anaknya jiga menginap disini.? kita itu sudah seperti keluarga dengan pak bayu .? jawab bi aminah "ya... tidak apa-apa sih , yaudah aku mau pulang dulu menjemur cucian. "pamit bu tina lalu pergi jangan sampai tetangga tau kalau indri sudah menikah, bisa-bisa mereka mengira indri hamil di luar nikah karena ia menikah di saat oa masih sekolah. batin bu aminah setelah menyapu, bu aminah masuk ke dalam rumah dan mendapati reza sedang sarapan di dapur. "mau minum apa.? kopi apa teh Rez.?? tanya bu aminah pada Reza. "tidak usah repot-repot bu, air putih kni saja sudah cukup. " jawab reza sungkan "enggak usa sungkan, kamu sudah menjadi bagian dari keluarga ini sekarang. kamu sudah ibu anggap sebagai amak ibu sendiri. ibu buatin kopi ya.? ujar bu aminah "iya bu, terimakasih. " jawab reza "oh iya bu. reza minta no teleponnya indri ya.? " tambah reza "dari kemarin kemana saja.? dua hari bersama masa belum tukeran no ponsel.?" tanya bu aminah menyindir. reza hanya membalas dengan tersenyum .setelah mendapatkan no ponsel indri, reza segera pamit untuk pergi kerja. *** setelah guru biologi keluar kelas, melly, Vina dan rita segera mengerubungi Indri. "udah ngapain aja.?" tanya vina tidak sabar "maksudnya.? " tanya indri balik "sama suamimu.?" jels rita paham kemana arah pertanyaan vina "sssstt.. jangan keras-keras nanti yang lain pada tahu. ia hanya rahasia kita berempat oke.? ujar indri sambil berbisik, ketiga temannya pun menyatukan jempol dan telunjuk merekan menandakan oke. "yuk, Ke kantin dulu, udah laper nih. nanti, keburu bel masuk malah enggak makan kita. "ajak melly yang lain pun setuju. sesampainya di kantin, seperti biasa Adit menghampiri indri. "kamu kenapa tidak masuk 3 hari ndri.? tanya adit khawatir. "mm.. aku diajakin bapak menjenguk temannya yang sakit dirumah sakit diluar kota dhit." jawab indri "kenapa aku telpon enggak diangkat.? " tanya adhit lagi "ada bapak, aku takut di marahi dit, kamu kan tau aku di larang bapak pacaran selama masih sekolah. " jawab indri "iay, aku paham. aku akan tetap menunggumu ndri." ujar adhit sambil tersenyum. "dit, lebih baik kamu jangan tunggu aku, kamu bebas pacaran dengan yang lain. " balas indri menyarankan .indri tahu bahwa pernikahannya dengan reza hanya satu tahun saja. tapi kemarin indri dengan pak bayu meminta reza berjanji untuk tidak menceraikan indri. indri tidak tahu bagaimana akhir dari pernikahannya. "tapi aku hanya menyukai mu ndri..? aku akan sabar menunggumu ." balas Adit dengan bersungguh-sungguh.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD