siang hari, saat Indri pulang sekolah ia sudah tidak menemukan Reza dirumahnya. akhirnya ia lega, ia bisa bebas seperti biasa dirumahnya. bu Aminah menghampiri Indri yang sedang berbaring di tempat tidurnya.
"kamu kemarin ngapain aja sama Reza ndir.? " tana bu Aminah sambil duduk di tepi tempat tidur indri.
"enggak ngapa-ngapain bu. kemarin indri masak dirumahnya kak Reza terus ikut ke kantornya.sorenya kerumah sakit menjenguk pakde bayu terus pulang kesini. " jawab Indri
"berarti kalian bersama terus kan ya.? lalu kenapa enggak tukeran no pensel.?" tanya bu aminah heran
"oh iya, Indri baru ingat kalau belum punya no ponsel kak Reza. hahaha ,ibu kok tau.? " tanya indri balik
"tadi sebelum pergi, Reza minta no ponsel kamu. ih iya ndri, rencananya kamu mau tunggal disini atau pulang kerumah Reza.? tanya ibunya ingin tahu
"enggak tahu bu, Indri sih pengennya tetap tinggal disini, ada bapak sama ibu dan juga Johan (adiknya Indri) juga. Indri juga masih sekolah, rumahnya kak Reza tuh besar bu tapi enggak ada penghuninya. Indri takut kau ditinggal sendiri dirumah itu. " jawab Indri
"ya sudah, terserah kamu saja ndri. kamu diskusikan dulu sama Reza, sekarang dia suami kamu. kalau kalian mau tinggal disini juga tidak apa-apa. " ujar bu aminah sambil berdiri meninggalkan Indri yang lagi istrahat siang.
***
Rossa akhir-akhir ini sangat sibuk. pekerjaan menjadi model membuatnya harus mondar-mandir keluar kota. hingga ia tidak tahu kalau Reza sudah menikah. Reza pun dengan sengaja merahasiakan pernikahannya dari siapa pun karna ia berencana bercerai setelah pernikahannya berusia 1 tahun. hari ini Rossa libur jadi ia bisa makan siang bersama Reza.
"sayang... kapan kita akan menikah.?" tanya Rossa mengiginkan kepastian karena mereka sudah pacaran selama 2 tahun.
"tunggu sampai papa sembuh dan merestui hubungan kita sayang." jawab Reza dengan tenang, setelah itu memasukkan makanan ke dalam mulutnya.
"kalau papa kamu meninggal bagaimna?" tanya Rossa pelan takut kalau Reza tersinggung.
"jangan mendahului takdir, jalani saja seperti air mengalir " jawab reza
"Rez.. aku nggak mau di gantungin gini terus. kalau kamu enggak serius mending kita putus saja. " ujar Rossa tegas
"sabar sayang. tunggu 1 tahun lagi oke.? " ucap Reza sambil menggenggam tangan Rossa ditas meja. Rossa pun mengangguk setuju.
setelah makan bersama Rossa. Reza kerumah sakit menjenguk papanya. ia tidak mengajak rossa karna Pak Bayu tidak menyukai Rossa dan juga dimata keluarganya ia sudah menikah dengan Indri. disana ada mamanya dan juga Sita adinya Reza.
"mana Indri rez.?" tanya pak bayu yang melihat reza datang sendiri.
"sekolah pa, " jawab reza singkat sambil mencium tangan papanya
"kamu pulangkan dia kerumahnya.?" tanya pak bayu lagi
"ia pa, dia kan masih harus sekolah. enggak mungkinkan ikut Reza kemana-mana terus. "balas reza
"jarak dari rumah kamu kesekolah dia sama dengan jarak dari rumahnya.Rez, ajak dia pulang kerumahmu, sekarang dia istrimu. "ucap pak bayu. ia ingin reza menyanyangi dan memperlakukan indri seperti isterinya. kalau mereka tinggal satu rumah kemungkinan suatu saat akan tumbuh rasa cinta diantara mereka itu yang di inginkan pak bayu
"ya.. nanti setelah Reza pulang kerja reza akan menjemputnya pa. " jawan reza
"aku ikut kak. " ucap sita bersemangat
"enggak, kamu disini saja sama mama, " jawab reza menolak. sita pun cemberut